Nasihat Pasif

Posted in ngangsu kawruh on December 6, 2015 by onnosz

Seorang tukang ojek, yg membiayai 4 orang anggota keluarganya dlm satu kontrakan di pinggiran Jakarta. Narik order di pagi buta, jelang sampe tujuan eh malah ban bocor, dan belum nemu tukang tambal ban malah ijin sholat subuh lebih dulu.
Kadang, nasihat ditunjukkan secara pasif oleh seseorang yg secara duniawi tidak lebih beruntung dari kita. matur suwun Pak ojek, semoga rejeki njenengan lancar selalu…

Advertisements

Posted in ngangsu kawruh on December 5, 2015 by onnosz

Relaksasi Bokong… #TelusurDaendels #Pantura #PitStop – at Masjid kalipasung

See on Path

Posted in ngangsu kawruh on December 3, 2015 by onnosz

Prinsipnya, selama kita melakukan hal yg jujur dan benar, maka mau direkam, disadap, dipotret, di-cc tv-in, di fotocopy, dikonfrontir, atau bahkan mau diapain pun takkan menimbulkan masalah.. #SaveIndonesia

View on Path

Lebaran

Posted in ngangsu kawruh on July 16, 2015 by onnosz

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1436 Hijriyah.
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum..
Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin..

-Arief Wicaksono-

[Puisi] Kau ini Bagaimana atau Aku harus bagaimana

Posted in ngangsu kawruh with tags , on April 28, 2015 by onnosz
Oleh : KH. Ahmad Mustofa Bisri
(Lebih dikenal dengan sapaan Gus Mus, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin Rembang)

Kau ini bagaimana
Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kapir

Aku harus bagaimana
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain

Kau ini bagaimana
Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilNya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bisshowab

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana
Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis

Aku harus bagaimana
Kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana
Aku bilang terserah kau, kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, kau tak suka
Aku bilang terserah aku, kau memakiku

Kau ini bagaimana
Atau aku harus bagaimana

 

Rumitnya Hidup

Posted in gombale mukiyo, ngangsu kawruh with tags , , , on April 15, 2015 by onnosz

Baru saja terjadi kisah nyata yang bikin speechless kebingungan hingga kebengongan.

Pada sebuah tempat (sebut saja warung Bang Jamil, Karbela), duduk di belakang saya sepasang cowok & cewek yang harusnya sedang berbahagia. Cewek menangis tersedu-sedu sambil curhat kepada cowoknya.

Dari suara sedikit berbisik yang tak sengaja mampir ke telinga saya, terkuaklah informasi bahwa sang cewek bersedih karena baru saja di damprat habis-habisan oleh orangtuanya disebabkan karena undangan pernikahan mereka yang sudah tercetak sekian ratus eksemplar (atau bahkan mungkin ribuan) mau tak mau harus dicetak ulang demi kemauan orangtuanya. Bukan untuk mengganti nama mempelai prianya, melainkan bahwa nama harus tercetak “Mempelai Wanita, S.Embuh, Ph.D”. (mungkin juga perlu ditambahi, “lulusan Switzerland”).

Mendengar pembicaraan kedua insan tersebut, mendadak makanan di depanku menjadi tak berasa. Bukan karena gak enak atau alasan lain tetapi konsentrasiku mendengar dengan seksama dan meresapi pembicaraan sehingga lidah ini tidak bisa mengirimkan sensor neuron ke otak yang memproses bagaimana rasa makanan yang telah tertelan.

Sejujurnya saat itu, SPONTAN ada keinginan untuk pukpuk si cewek (spontan lho ya), tetapi setelah tersadar saya teringat akan 3 hal. PERTAMA, saya punya istri yang cantik jelita dan mungkin bisa meragukan kesetiaanku kalau hal diatas terjadi. KEDUA, lha cewek tersebut kan lagi curhat ke cowoknya. jadi biar cowoknya saja yang pukpuk si cewek. KETIGA, saya tidak kenal orang tersebut bisa jadi malah pacul, palu dan arit langsung diacungkan ke muka culun ini. wkwkwkwk…

Wis embuhlah, akhirnya saya hanya bisa membatin dan berdoa. Membatin untuk memberi saran agar dilakukan saja dengan niat patuh kepada orangtua toh gak ada yang dirugikan dengan embel-embel tersebut (walau menurut saya emang bukan pada tempatnya sih..). Kemudian berdoa semoga persiapan nikahnya lancar serta kehidupan rumah tangganye kelak bisa sakinah, mawaddah wa rahmah serta langgeng sampai mati.

Path 13-04-2015

Posted in ngangsu kawruh on April 12, 2015 by onnosz

Dan 3 tim teratas masih akan saling bunuh. (18/4) Chelsea vs MU; (26/4) Arsenal vs Chelsea; (17/5) MU vs Arsenal.

Come On You Gunners #EPL

View on Path