Rumitnya Hidup

Baru saja terjadi kisah nyata yang bikin speechless kebingungan hingga kebengongan.

Pada sebuah tempat (sebut saja warung Bang Jamil, Karbela), duduk di belakang saya sepasang cowok & cewek yang harusnya sedang berbahagia. Cewek menangis tersedu-sedu sambil curhat kepada cowoknya.

Dari suara sedikit berbisik yang tak sengaja mampir ke telinga saya, terkuaklah informasi bahwa sang cewek bersedih karena baru saja di damprat habis-habisan oleh orangtuanya disebabkan karena undangan pernikahan mereka yang sudah tercetak sekian ratus eksemplar (atau bahkan mungkin ribuan) mau tak mau harus dicetak ulang demi kemauan orangtuanya. Bukan untuk mengganti nama mempelai prianya, melainkan bahwa nama harus tercetak “Mempelai Wanita, S.Embuh, Ph.D”. (mungkin juga perlu ditambahi, “lulusan Switzerland”).

Mendengar pembicaraan kedua insan tersebut, mendadak makanan di depanku menjadi tak berasa. Bukan karena gak enak atau alasan lain tetapi konsentrasiku mendengar dengan seksama dan meresapi pembicaraan sehingga lidah ini tidak bisa mengirimkan sensor neuron ke otak yang memproses bagaimana rasa makanan yang telah tertelan.

Sejujurnya saat itu, SPONTAN ada keinginan untuk pukpuk si cewek (spontan lho ya), tetapi setelah tersadar saya teringat akan 3 hal. PERTAMA, saya punya istri yang cantik jelita dan mungkin bisa meragukan kesetiaanku kalau hal diatas terjadi. KEDUA, lha cewek tersebut kan lagi curhat ke cowoknya. jadi biar cowoknya saja yang pukpuk si cewek. KETIGA, saya tidak kenal orang tersebut bisa jadi malah pacul, palu dan arit langsung diacungkan ke muka culun ini. wkwkwkwk…

Wis embuhlah, akhirnya saya hanya bisa membatin dan berdoa. Membatin untuk memberi saran agar dilakukan saja dengan niat patuh kepada orangtua toh gak ada yang dirugikan dengan embel-embel tersebut (walau menurut saya emang bukan pada tempatnya sih..). Kemudian berdoa semoga persiapan nikahnya lancar serta kehidupan rumah tangganye kelak bisa sakinah, mawaddah wa rahmah serta langgeng sampai mati.

Advertisements

5 Responses to “Rumitnya Hidup”

  1. Trus intine apa y? Saya kok bingung,,
    Banyak bumbunya daripada intinya ketoke.

    • hahahahaha, betul instingmu. Luwih akeh bumbune ancen. wkwkwk
      Lha wong krungune sekilas wongtuo njaluk Ph.D-ne ditulis. sing liya2ne kan pengembangan imajinasi. wkwkwk

      Intine, cek yo sakmono adohe ukuran ndonya (gengsi) wongtuwo nyekolahke anake. Bangga sih bangga, tapi yo hubungane opo gelar karo acara nikah. tapi mbalik maneh, masing-masing pribadi punya sudut pandang beda dan gak harus sama koyok sing tak tulis..

  2. Kakean bumbu iki. Mayan iso nyengir..

  3. visit http://act.id for humanity #LetsHelpRohingya

  4. Hi this is very useful post for everyone. Thank you so much this post. Just about everything looks good displayed

    hotbuy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: