BBM Naik Tinggi, Susu Tak Terbeli

Lagi enak-enak-nya nonton sinetron, eh bukan ding. Pokoknya acara TV lah, lha kok tiba-iba running text ini berlarian. Oiya, namanya juga running ya artinya kan lari. Maksud saya, itu larinya kok gak kayak biasanya, agak cepetan gitu deh kayaknya. Setelah saya eja pelan-pelan tanpa suara, eh ternyata ada pengumuman BBM naik.

Abis itu, iseng-iseng ganti channel TV news versi KIH dan KMP (cieee…ciee….), coba bandingkan materi kenaikan BBM yang disajikannya. Duh, gak penting banget pake banding-bandingin, kan mereka sudah (kayaknya) rujuk itu deh. Ya udah, lupakan tentang perbandingan. Cuma sedikit miris aja dengan respon orang-orang nih. Sik sik, mode seriusnya diaktifin dulu.

Jadi ceritanya, saya kok agak gimanaaaaa gitu dengan tayangan antrian panjang di SPBU, yang diakibatkan oleh kenaikan BBM mulai nanti malam pukul 24.00 alias besok pagi pukul 00.00 WIB. Simpelnya gini isi otak saya. seberapa besar sih kapasitas tanki BBM motor atau mobil? anggaplah 5 liter utk motor dan 50 liter utk mobil. Artinya, maksimum keuntungan yang bisa didapat dari ngantri (dalam semalaman ini) adalah Rp 2000 (kenaikannya) dikali maksimum kapasitas tanki bbm adalah Rp 10 ribu utk motor, dan Rp. 100 ribu utk mobil. Itupun kalo tanki dalam kondisi kosong melompong saat dibawa ngantri.

Oke, supaya meluruskan lagi kamsut dari isi otak saya, bukan ngremehin duit 10 ribu atau 100 ribu ya, tapi masalah pemilik motor dengan 10 ribu aja kayaknya gak seberapa atau 100 ribu bagi orang yang sudah bisa beli mobil saya kira enteng saja deh. So, maksudnya plisss jangan lebay gitu dengan tayangan antrian bbm jeang kenaikan, tolong lebih disorot lagi lah dampak langsung rakyat miskin yang gak bisa beli mobil ataupun motor. Yang beli makan saja musti jungkir balik hantam tembok, musti ditambahin lagi dengan ketiban tangga.

Duh, gak bisa bayangin deh, gimana mereka-mereka yang untuk kebutuhan primer saja musti ngutang, ini bakalan makin tercekik lagi. Duh gusti, paringono mereka kesabaran dan jalan keluar dari kesusahan. Berilah para pemimpin negeri ini keterbukaan hati merasakan penderitaan rakyat, sehingga setiap kebijakan yang diambil nawaitu sebagai bentuk ketaatan kepada-Mu. Ketaatan yang diwujudkan dalam bentuk amanah jabatan yang digunakan sebaik-baiknya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyatnya….

Amiiiiinnnn….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: