Aku dan (Sisi Lain) Piala Dunia

Sejujurnya gak ada cerita tentang sepakbola didalam tulisan ini. Hanya mengambil kesamaan waktu saja, walau mungkin bisa saja terjadi secara kebetulan. Terhitung sejak World Cup 2002 yang diselenggarakan di dua Negara, Korea dan Jepang. Selalu saja ada kisah yang menjadi titik balik dalam hidupku.

Gambar Pertama, saat World Cup 2002 adalah waktu dimana saya sedang menghadapi perubahan status dari seorang siswa menjadi salah satu calon mahasiswa atau pengangguran?. Bahwa disaat usai Ebtanas (istilah jadul untuk Ujian Akhir Nasional) temen-temen sibuk dengan bimbingan belajar, saya malah euforia dengan gegap gempita pesta sepakbola terakbar di planet ini. Apalagi pelaksanaannya di Asia yang secara waktu gak jauh beda dengan di Indonesia, membuat hampir seluruh pertandingan bisa saya saksikan dari layar kaca yang ada di Poskamling bersama para tetangga. Tak terkecuali jika jadwalnya bersamaan, dibela-belain untuk memasang 2 televisi. Hanya pertandingan semifinal Antara Turki vs Brazil yang terlewat (nonton replay doing) karena pada hari yang sama harus ke Surabaya untuk mengembalikan formulir SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru).

Gambar Kedua, World Cup 2006 di Jerman adalah waktu dimana saya musti mulai beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagaimana tidak, 4 tahun kuliah dilalui dan teman-teman seangkatan hampir 90% lulus. Apalagi selama 8 semester periode perkuliahan, komunitas se jurusan selain temen sekelas lebih banyak angkatan diatas. Dan selama itu pula saya cenderung bergaul ke temen beda jurusan daripada ke angkatan bawah di jurusan yang sama. So, ketika temen-temen mulai gak ada, mau gak mau penyesuaian diri harus dilalui salah satunya dengan bergaul ke bawah.

Gambar Ketiga, World Cup 2010 di South Africa. Pembukaan pesta 4 tahunan ini terpaksa musti diikhlaskan karena pada saat yang bersamaan, saya sedang berada di kereta api menuju Surabaya dan (harusnya) tidak kembali ke Jakarta lagi karena saat itu masa transisi pindah kerja ke Surabaya.

Gambar Keempat, World Cup 2014 di Brazil yang sedianya akan dibuka pada tanggal 12 Juni 2014 nanti di kota Sao Paulo. Dan pada tanggal yang sama, rencananya akan menjadi tanggal terakhirku berkarier di perusahaan riset ternama di Indonesia ini dan kemudian melanjutkan karier sebagai praktisi di perusahaan consumer goods.

Demikian sekelumit cerita yang gak penting bagi orang lain namun begitu banyak menyimpan histori bagi saya pribadi dan semoga setiap perjalanan ini membawa hikmah dan memberi pelajaran yang berharga di kemudian hari. Dan tak lupa saya sampaikan Salam Olahraga bagi semua. Mari kita sambut pesta bola 2014 sebulan lagi……

 

Note : Seluruh logo diatas diambil dari Wikipedia.org

 

Advertisements

4 Responses to “Aku dan (Sisi Lain) Piala Dunia”

  1. Cie cieee… 2018 ke Rusia yuk? Sama 2022 juga. 😉

  2. mantap postingannya gan..piala dunia bentar lagi nih.hehe..
    thanks untuk info dan postingannya yach.
    tetap berkarya dan salam kenal..

  3. Makasih atas postinganya..

  4. thanks sob untuk postingannya…
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu…
    salam kenal yach…
    kunjungi blog saya ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    http://chaniaj.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: