Fana

Pernahkah anda menangisi sesuatu yang dulu dijalani dengan suka cita?
Sebaliknya, pernahkan menertawai sesuatu yang sebelumnya kita terima dengan duka cita?
Jawabannya, pasti pernah. kalaupun mengaku tidak pernah, saya rasa itu bukan karena kesempurnaan hidup yang telah dilalui namun lebih cenderung pada sifat dasar manusia pada keterbatasan memori sehingga lupa atas apa yang pernah dijalani.

Dari situ, dapat kita ambil kesimpulan bahwa tak ada yang abadi pada diri manusia.

Lantas, apa yang kita harapkan pada kefanaan hidup ini selain memberi manfaat pada sesama?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: