Wajib Merasa

Beberapa hari yang lalu, ada email masuk dari admin Kenduri Cinta. Mengabarkan bahwa agenda bulan Februari 2011 yang dihelat tepat saat tulisan ini saya posting dengan mengambil tema “Wajib Merasa”. Mohon maaf, saya masih belum bisa gabung lagi agenda itu bulan ini . Namun saya coba melibatkan diri dengan coba me-review tema diatas berdasarkan pendapat pribadi saja.

Dalam budaya Jawa, kita mengenal falsafah “Ojo rumongso iso ning iso rumongso” (jangan merasa bisa, namun bisa merasa). Dua point yang saya tangkap adalah rumongso iso (merasa bisa) dan iso rumongso (bisa merasa). Point pertama dikenai larangan ojo (jangan) dan point kedua berisi anjuran untuk iso rumongso.
Dalam frase “rumongso biso” tersirat makna kesombongan sehingga dianjurkan untuk didak dilakukan. Sementara “biso rumongso” dimaksudkan agar kita memiliki empati terhadap setiap permasalahan dan memahami orang lain yang terlibat. Dengan begitu, setiap permasalahan akan menghasilkan jalan keluar yang tidak menyakiti pihak lain sekalipun dalam hal yang kecil.

Namun, di negeri ini sepertinya bisa merasa adalah hal yang sangat sulit ditemui. Apalagi kalau yang dicari adalah bisa merasa bersalah. Orang-orang lebih memilih menyalahkan orang lain daripada merasa bersalah apabila sadar telah melakukan kesalahan.

Contoh kecil saja, dijalan raya nyetir tanpa helm, nyetir sambil SMS, berhenti melewati garis batas saat lampu merah, dll. Saya yakin semua paham bahwa itu tindakan salah. Namun sepertinya sebagian besar ndak ada yang telah merasa bersalah. Untuk skala tanggung jawab besar, nampaknya bertebaran kasus yang bisa diambil contoh. Misalnya saja data yang dilansir oleh ICW bahwa 41 Bupati terkait kasus korupsi. Meski statusnya masih beragam antara saksi, tersangka ataupun sudah divonis, namun saya sangsi ada diantara mereka dengan berbesar hati merasa bersalah atas kasus yang sedang ditangani tersebut.

Arrrggghhh, saya jadi MERASA BERSALAH menjadi penduduk negeri ini…

Advertisements

9 Responses to “Wajib Merasa”

  1. Arghhh saya merasa bersalah karena tidak posting tiap hari padahal ikut postaday2011

  2. Aaaaaarrrgghh…mengapa saya masih “durung iso rumongso”?????

  3. Artikelmu bagus juga,
    silahkan berkunjung di blog saya @
    Get A New Articles
    makasih…

  4. sebagai orang jawa saya juga sering denger pesan singkat sarat makna itu 😀

  5. dibalik jadi beda makna
    kalau merasa bisa, bisa dibilang sombong
    sedangkan bisa merasa, bisa dibilang rendah hati ya

  6. ayo, kita rame2 belajar “iso rumongso” ^_^

  7. Artikelmu bagus juga,
    silahkan berkunjung di blog saya @
    Get A New Articles
    makasih…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: