Cinta Tanpa Kalau

Era awal tahun 80an, Gombloh melahirkan istilah “kalau cinta melekat, tahi kucing rasa coklat” melalui lagunya yang berjudul Lepen (Lelucon Pendek). Dini hari tadi, melalui status facebook saya melanjutkan istilah itu lebih lengkap agar lebih menampung dua sisi. “Kalau cinta melekat, tahi kucing rasa coklat. Kalau cinta minggat, tak guna lagi obat kuat”. Emang cuma guyon sih, tapi setidaknya bisa jadi pengantar untuk posting kali ini.hehehehe..

Sebenarnya saya tidak sependapat dengan kalimat istilah tersebut, karena yang namanya cinta itu sudah fixed tak bisa melekat atau minggat seenak udelnya. Ndak bisa diutak-atik lagi, bahwa cinta itu 100% itu sudah ketetapan. Nah, yang bisa berubah adalah tindak lanjut atas keberadaan cinta itu, yang tentunya berbeda pada masing-masing individu.

Saya ambil contoh, pada kasus terakhir di Cikeusik, Pandeglang dan Temanggung. Kalau kita bertanya, apakah pelaku kerusuhan tersebut tidak memiliki cinta? Tentu bohong banget jika jawaban yang diperoleh adalah TIDAK. Kalau lantas ada aksi semacam itu, saya lebih memahami bahwa rasa cinta yang mereka miliki terhadap golongannya adalah 100% namun tindakannya yang saya anggap terlalu berlebihan. Begitupun rasa cinta kepada pelaku kepada korban, juga 100%. Mereka bertindak seperti itu karena digerakkan oleh cinta, dimana rasa cinta itu tidak menginginkan saudaranya semakin terperosot oleh “yang menurut mereka” sebuah kesesatan.

Jadi, marilah kita menjunjung tinggi rasa cinta kita dengan tindakan yang penuh hangatnya kasih sayang, dan buang jauh-jauh “obat kuat” yang ada dalam paragraph pertama tersebut..

I LOVE YOU FULL..!!!!

Advertisements

6 Responses to “Cinta Tanpa Kalau”

  1. hmmm, jadi selain penggemar bang iwan, penggemar Alm. Gombloh juga toh mas?? hehe…
    Nice post mas, meskipun berulang2 bacanya untuk ngertiin maksudnya apa (epek kebanyakan cleaningan, hoho)

    • kaporit eh favoritnya kategori lagu-lagu jadul banget tapi bukan yang cinta-cintaan. ada lagi Ebiet G Ade, Franky Sahilatua dll.

      emang sengaja mbulet, makin mbulet makin asyik. hahahahahaha

  2. kalau menurut ane sih Cinta itu harus 2 arah sementara kasih bisa cuma 1 arah saja

  3. apa apa itu kalo terlalu berlebihan itu pasti ga baek to…
    makanya ada cinta buta..
    beda lagi kalo logika udah ikut serta dalam urusan cinta..
    tapi kalo kebanyakan logika, bukan cinta lagi namanya..

    *halah..kok mbulet*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: