Kayaknya Safety Riding

Mengendarai mobil dengan mata tertutup pernah dilakukan oleh Dedy Corbuzier beberapa waktu yang lalu. Keliling kota dengan melewati rute yang telah ditentukan, ia bisa melaluinya dengan sukses tanpa celaka. Tentu saja semua itu dikemas dalam suatu event sulap atau mentalist. Entah ada hubungannya atau tidak, sepertinya hal semacam itu sudah jamak kita lihat tak hanya mobil namun juga motor. Hanya saja, bedanya kalau Dedy Corbuzier dengan mata tertutup dan fokus untuk “melihat” jalan raya, namun yang sering kita lihat adalah orang nyetir sambil mata melihat handphone alias SMS dan tidak fokus pada perjalanannya.

Saya pribadi paling mangkel kalau melihat hal itu. Awalnya dulu, apabila melihat kejadian seperti ini (yang pasti motor), saya suka usil dengan memposisikan motor saya di samping orang tersebut. Kemudian ketika lengah, saya bunyikan klakson kenceng berharap agar pelaku SMS itu kaget, kemudian saya lari. Tindakan semacam ini pernah membawa korban terperosok ke got. Saat saya masih di Jakarta, tercatat 3 X keusilanku pernah menghasilkan korban. Ada yang terperosok ke got, ada yang oleng dan jatuh, dan satunya nabrak pohon.

Ketika pindah ke Surabaya (lagi), ternyata budaya remaja yang seperti itu setali tiga uang alias sama saja. Namun saya menahan diri untuk tidak usil, karena sebenarnya tindakan usil tersebut justru malah membahayakan diri sendiri dan juga orang lain misalnya ada tukang bakso yang lewat jadi beresiko tertabrak.


Seringkali saya bertanya dalam hati, apakah mereka berpikir tentang kekeselamatan orang lain saat mereka ber-SMS ria di jalanan itu. Kadang malah berpikir dan menghakimi aturan bahwa nyetir sambil SMS itu adalah bentuk pelanggaran yang lebih berat daripada ndak pakai helm yang notabene fungsinya melindungi diri sendiri. Tak jarang pula, bikin fatwa sendiri bahwa manusia terbodoh di jalanan adalah orang yang mengendarai sambil nyetir.

So, jika tidak ingin dikatakan sebagai manusia terbodoh, sedikit tips dari saya “Berhenti dan menepilah jika merasa perlu ber SMS”.

Mari berkendara dengan aman dan semoga selamat sampai tujuan…

Note: Berdasarkan UU No 22 tahun 2009 Tentang lalu lintas dan angkutan jalan, per tanggal 2 Des 2010, nyetir sambil SMS atau Telpon bisa ditilang dengan denda maksimal Rp.750.000,-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: