Bukan Masalah Hasil Akhir

Pertandingan final sepakbola level kedua di negeri Seberang musim kompetisi 2009/2010 telah berakhir tadi malam dengan menghadirkan sang juara LAD Football Club setelah mengalahkan DS Soccer Club melalui adu kiper dengan skor 3-1. Euforia kemenangan pun menghinggapi para punggawa Malowopati (julukan suporter LAD Football Club) yang hadir menguasai stadion Mana Tahan di kota Oslo, tempat pertandingan final digelar.

Disini saya tidak ingin membahas tentang ulasan pertandingan karena saya yakin surat kabar resmi di negeri Seberang pun telah lebih dulu menulisnya secara detail. Namun saya hanya ingin menuliskan sisi lain yang barangkali tidak tertulis disana. Wajar saja karena sifatnya pendapat pribadi, bertentangan dengan kaidah jurnalistik yang harus menulis seobyektif mungkin.

Langsung saja, sebelum pertandingan terekspos berita tentang semangat LAD Football Club melakukan revans atas kekalahan kontroversial di babak perempat final, juga beredar isu bahwa juara telah “ditentukan” oleh pihak tertentu. Pihak tersebut lebih menginginkan DS Soccer Club tampil sebagai juara dibandingkan LAD Football Club. Ini hanya isu jadi sebaiknya anggap saja angin lalu seperti dunia infotainment dimana semakin banyak isu semakin populer. Atau dunia politik negeri Seberang tersebut dimana keberadaan isu hanya berfungsi sebagai pengalih perhatian atas masalah yang dihadapi.

Kembali ke lapangan, pertandingan yang sangat seru saling menyerang dan bermain terbuka menghasilkan skor sama kuat 0-0 hingga 2 X 45 menit waktu normal sehingga memaksa pertandingan harus dilalui dengan perpanjangan waktu 2 X 15 menit. Sampai sejauh itu, wasit masih dalam batas wajar, namun di menit-menit akhir pertandingan, DS Soccer Club dibombardir serangan bertubi-tubi dari segala arah dan “PRIIIITTT!!!”. Peluit panjang tanda usai perpanjangan waktu dibunyikan sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan adu kiper.

Dari sinilah nampak kejanggalan, waktu di layar kaca TV ANTENA menunjukkan menit 12:46, artinya masih tersisa 2 menit 14 detik lagi dan segalanya masih mungkin terjadi mengingat LAD Football Club sedang diatas angin. Saya yakin, TV ANTENA pasti memiliki rekaman pertandingan itu dan menunjukkan waktu usainya perpanjangan waktu.

ADA APA INI??? ADAKAH UDANG DIBALIK REMPEYEK???

Bahwa DS Soccer Club mendapatkan predikat raja penalti karena sering mendapatkan “hadiah cuma-cuma” berupa penalti kontroversial dari wasit di babak penyisihan dan di perempat final yang mungkin karena kesalahan keputusan wasit masih wajar karena wasit juga manusia. Atau barangkali itu subyektif tim yang kalah sehingga tidak bisa menerima kekalahan melalui hukuman penalti. Namun memotong waktu, saya kira itu bisa jadi bukti mutlak untuk mempertanyakan ada apa dibalik semua itu??

Saat babak perempat final, meskipun LAD Football Club menang melawan Persatuan Sepakbola Pojok Etan namun tetap mengajukan protes atas kepemimpinan wasit. Saya berharap pada kasus ini LAD Football Club juga melakukan hal yang sama, namun bukan kepada mBSSI (mBaurekso-ne Saduk-Sadukan Seluruh Insan) karena sudah jamak diketahui bahwa mBSSI adalah sing Mbaurekso alias seng ada lawan alias tak ada lawan untuk berbuat sewenang-wenang. Ibarat pepatah, “maling dilapori maling” jadi ya sama saja alias podo mbek goroh. Akan lebih baik jika dilaporkan ke sing Mbaurekso yang lebih fair dan independen namun menjunjung tinggi keadilan dan sangat menentang tindakan mafia korupsi, yaitu KBK (Kelompok Berantas Korupsi). Jadi ini bukan karena menderita kekalahan lantas protes (toh LAD Football Club menang) namun komitmen LAD Football Club menjadi pioneer untuk membersihkan “tangan-tangan kotor” yang menodai sportivitas sepakbola dengan “kekuatan nonteknis”.

Sekali lagi, ini bukan masalah hasil akhir…

Advertisements

8 Responses to “Bukan Masalah Hasil Akhir”

  1. salam kenal bwt kang admin’y..

  2. sm2 blgger bjngro..

  3. aq bjonegoro nya balen,
    qm ndiri mana bro?
    btw kren bgt blog na,
    knjung blik ea di gubuk reotku.
    http://handhand.xtgem.com

  4. wah2… apik2… bakat jurnalis [plesetan] ada di sampeyan mas ckakaka…

    :kaboor:

  5. Dwi Hand Says:

    Mestine protese telung taun kepungkur..kadang sering telat kok wong LAD iku.budale kurang isuk.mestine wis munggah kelas ket biyen kok.Repot musuh wong nriman iki..iso2 karo mBSSI di lukir karo tonggone yo meneng ae,alasane stadione sik nggawe ublik heheheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: