Macet, Seolah Menjadi Sahabat

“Jakarta macet? Ah sudah biasa!!!”

Tanya kenapa??

Pada dasarnya, setiap pemakai jalan ingin menghindari yang namanya macet. Kemacetan bisa berakibat jadwal yang disusun jadi amburadul, janji dengan rekan atau teman jadi molor, kulit jadi makin hitam (bagi yang pakai motor dan tidak  menggunakan jaket), resiko kecelakaan jadi makin besar.

Namun yag belum disadari sebenarnya adalah bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Infrastruktur jalan yg jelek (lebih halus, kita sebut kurang bagus saja), volume kendaraan yg overload, sistem pengaturan transportasi yang buruk (kurang baik), namun yang paling utama dan tema curhat saya ini adalah tingkat kedisiplinan yang sangat rendah (walau mungkin saya kadang juga tidak sengaja berperan disana).

Coba bayangkan, apa jadinya jika mobil parkir sembarangan, pengendara motor melaju zig-zag diantara jejeran mobil, pedagang asongan yg “lenggang kangkung” bak seorang model di catwalk jalanan, pengendara yg menerobos lampu merah, Angkot yang mendadak berhenti di TENGAH jalan untuk menurunkan penumpang lalu tancap gas lagi sebelum penumpang bener-bener turun (yang ini kayaknya pengalaman pribadi.hehehe..), dan lain-lain yang tak bisa disebut satu persatu. Semua itu adalah potret rendahnya kedisiplinan di Jakarta. Saya sebut Jakarta karena domisili di Jakarta, barangkali di tempat lain (misal di Surabaya, di Bandung, atau kota lainnya) juga setali tiga uang.

Sepertinya, permasalahan yang super duper kompleks ini akan berakhir tanpa solusi???

Apakah selamanya peraturan dibuat untuk dilanggar?

Apakah slogan, “ugal-ugalan beresiko nabrak, hati-hati beresiko ditabrak,”?

Saya (mungkin juga anda) berharapnya sih, segera ada solusi yang tepat dan efisien..

Namun saat ini, saya punya satu solusi yang cukup melegakan hati, yaitu berangkat dengan memberi lebih estimasi waktu dan jika bertemu mereka, anggaplah mereka buru-buru karena “kebelet ngising”, jadi ya silakan duluan saja lah……….

Hehehehehe…………

Advertisements

2 Responses to “Macet, Seolah Menjadi Sahabat”

  1. Curhat nih ye…
    😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: