Produk Dalam Negeri Menyambut ACFTA

Asean-China Free Trade Area (ACFTA) atau perjanjian perdagangan bebas di wilayah ASEAN dan China telah digulirkan per 1 Januari 2010. Banyak pihak yang kontra terhadap perjanjian ini. Bahkan sampai ada aksi dan tuntutan agar pemerintah mempertimbangkan negosiasi ulang perjanjian itu. Padahal yang perlu diingat, perjanjian itu tidak ditandatangani kemarin sore melainkan pada 4 Nopember 2002 di Pnom Phenh, Kamboja. Artinya, ada waktu 7 tahun lebih bagi Indonesia untuk mempersiapkannya.

Designed by Hanny Kardinata. diambil dari http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/

Harus diakui bahwa persiapan Indonesia sangatlah minim untuk menghadapinya. Ada banyak ancaman hancurnya perekonomian Indonesia. Akan tetapi, suatu hal yang naïf jika kita mengambil langkah mundur dengan membatalkan keikutsertaan dalam ACFTA. Semakin pula negeri ini akan dianggap remeh oleh bangsa lain jika hal diatas bener bener diambil. Jadi, anggaplah itu kesalahan fatal pemerintah ketika 7 tahun masa persiapan ini tidak menghasilkan sesuatu untuk menghadapi daya saing produk luar negeri utamanya dari China.

Yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana menghadapinya. Bagaimana memacu industri dalam negeri untuk kreatif menghasilkan produk yang mampu bersaing dengan produk asing secara kualitas, nilai dan harga jual. Bagaimana membangun image rakyat bahwa memakai produk dalam negeri sangatlah membanggakan. Bagaimana meningkatkan SDM dalam negeri lebih terampil dan kreatif. Bagaimana dukungan pemerintah terhadap pemberian modal dengan bunga yang menguntungkan produsen. Bagaimana menarik uang negara yang hilang karena korupsi besar-besaran, dan uang tersebut bisa dialihkan ke dalam investasi perekonomian. Bagaimana minimnya infrastruktur-infrastruktur pendukung bias teratasi. Bagaimana membuat perundang-undangan baik pusat maupun daerah yang mendukung kepentingan masyarakat Indonesia.

Tentu saja itu semua akan sulit diimplementasikan jika tidak ada kesepemahaman yang sama. Jika pemegang kebijakan kita (pejabat politik dan pemerintahan) masih saling bentrok dan bunuh hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri, mustahil semuanya bisa lancar.

Bagi kita, satu langkah awal konkrit yang bisa kita lakukan adalah mulailah mencintai produk dalam negeri…

Advertisements

2 Responses to “Produk Dalam Negeri Menyambut ACFTA”

  1. […] Produk Dalam Negeri Menyambut ACFTA February 2010 […]

  2. antondewantoro Says:

    kita terus perkuat produksi dalam negeri, kita mulai dari hal kecil http://antondewantoro.wordpress.com/2010/05/17/tkdn-tingkat-kandungan-dalam-negeri-pengait-rok/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: