Maradona dan Tangan

Maradona
Pecinta sepakbola seluruh dunia, tentunya tak ada yang tak mengenal sosok Diego Armando Maradona. Pemain ini memenangkan polling di internet yang digelar oleh FIFA sebagai pemain terbaik abad ke-20 (walaupun akhirnya penghargaan resmi diberikan kepada Pele karena pertimbangan tabiat diluar lapangan).

Berbicara tentang Maradona, tentu tak akan lepas dari aksinya di Piala Dunia 1986 yang diselenggarakan di Meksiko. Salah satu aksi hebatnya ketika menghempaskan Inggris di perempat final dengan dua gol yang akan dikenang sepanjang masa. Satu gol spektakuler dicetak dengan menggiring bola dari daerah sendiri kemudian meliuk-liuk melewati beberapa pemain lawan hingga akhirnya mencetak gol yang dijadikan sebagai “Goal of the century ” versi polling di internet oleh FIFA. Satu gol lagi dicetak secara kontroversial dan tak lazim karena dengan menggunakan tangan. Gol itu lebih dikenal sebagai “Gol Tangan Tuhan”.

Akan tetapi, sepak terjang cemerlang sebagai pemain sepakbola nampaknya belum berpengaruh di dalam karir kepelatihannya. Tercatat, saat mulai menangani timnas Argentina Oktober 2008 telah membuat rekor 3 menang dan 4 kalah. Sebuah rekor yang sangat memalukan jika melihat nama besar Argentina serta nama-nama pemain yang tersedia. Bahkan jabatannya berada di ujung tanduk saat akan menjalani pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2010 zona CONMEBOL menghadapi Uruguay, 14 Oktober 2009 pukul 19.00 waktu Uruguay (tadi pagi 05.00 WIB). Argentina terancam tidak lolos apabila kalah dari tuan rumah Uruguay, sialnya dalam pertandingan itu Uruguay yang lebih diunggulkan untuk menang oleh para pengamat.

Nampaknya, dalam pertandingan ini, Maradona seperti mendapat hikmah dari organ tubuh bernama “tangan”. Bukan mencetak gol menggunakan tangan, tapi berawal dari tanganlah gol bisa terjadi. Bermula dari duel charge antara Martin Demichelis dan Jose Martin Caceres di sisi kiri pertahanan Uruguay yang akhirnya dimenangkan oleh Martin Demichelis yang kemudian dijatuhkan oleh lawannya tadi. Cara menjatuhkannyalah yang unik, yaitu sliding menggunakan tangan. Pelanggaran yang berbuntut pada kartu merah dan tendangan bebas itu diselesaikan dengan baik oleh Mario Bolatti menjadi gol.

Dalam pertandingan ini, karir Maradona terselamatkan. Dan sepertinya Maradona patut berterima kasih pada tangan, bukan “Tangan Tuhan” melainkan “Tangan Nakal”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: