Sarjana Mudah (After??)

Sebuah SMS mendarat mulus di inbox Sony Ericcson-ku. Kubuka, kukenali dan kubaca lalu kuresapi. Sebuah informasi atau lebih tepatnya menurut si pengirim yang juga kawan lamaku adalah permintaan untuk ngrepoti meski saya tidak mengganggap sebagai sesuatu yang repot. Permintaan agar meluangkan waktu untuk sekedar mengirim email ttg sebuah informasi lowongan pekerjaan. Gak perlu banyak ulasan atas informasi yang diminta karena bukan sesuatu yang pantas untuk dibahas disini, setidak-tidaknya menurut sudut pandang saya pribadi.

Saya hanya ingin berbagi keresahan atas apa yang ditimbulkan oleh kejadian itu. Bagaimana kalang kabutnya dan susahnya seorang sarjana di negeri ini yang mencari lapangan pekerjaan. Di sisi lain, pabriknya terus memproduksi output tanpa melihat atau (lebih lepatnya, mungkin) pura-pura tidak tahu dan mengabaikan kualitas produk hasil olahannya. Walaupun tak dapat dipungkiri bahwa kulitas bahan baku (dalam hal ini, mahasiswa) juga mempengaruhi kualitas lulusan. Barangkali yang dituntut oleh institusi hanyalah, bagaimana mahasiswa didikannya itu belajar belajar dan belajar. Belajar yang saya maksudkan adalah belajar dalam arti sempit (alias di kelas, tugas, tatap muka, responsi, praktikum, etc). Padahal menurut saya, belajar tak sekedar itu…….

=======================================================

Inspirasi tiba-tiba hilang….
Nyalain winamp dulu, clear list, add file, ambil beberapa judul lagu, Open, and Play…
Tiga buah lagu dari Bang Iwan Fals, “Sarjana Muda”, “Teman Kawanku Punya Teman”, dan “Nak (lelaki)” siap menemani kesendirian malam ini..

=======================================================

Barangkali tiga lagu yang saya sebut diatas cukup mewakili keresahan yang saya rasakan.
Lagu-lagu yang sebenarnya sudah tercipta berpuluh-puluh tahun yang lalu, tapi hingga kini masih jadi representasi dari realita sosial masa kini di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi.
Saya sendiri kurang tahu, apakah memang Bang Iwan Fals yang punya insting tajam melihat masa depan hingga berpuluh-puluh tahun ke depan, ataukah sistem pendidikan negeri ini yang tak beranjak bangkit dari situasi sakit dan penuh dengan sekumpulan bandit….

Maaf, saya hanya bisa resah, resah dan resah. Keresahan yang hanya memicu untuk melakukan sedikit perubahan bagi diri sendiri. Semoga tiap sedikit itu, bisa memberi warna pada perubahan ke arah yang lebih baik bagi negeri ini…

Advertisements

7 Responses to “Sarjana Mudah (After??)”

  1. resah kok dipelihara to nos… semangat!! duwikmu lo akeh, aku lo gak nduwe uwik blas… hohoho…

  2. Apa hubungannya, duit dan keresahan??

    apakah duit bisa digunakan untuk membeli keresahan??

  3. jun-ventus Says:

    memang beber klo di sekolah kita mmg blajar dalam arti sempit…jadinya after lulus bingung nyari2 kerja doang… kagak ada mental wirausahanya… pada mikir gmn caranya dapet kerja kantoran…

  4. cari kerja…….trus cari side job…..side job jalan…kerja ditinggal. or jalan paralel….hehehh
    jadilah pasif income…or masif income (royalti)

    sumber daya memang lemah, biar campur bahan bakunya…makanya sekarang banyak jalur yg bisa dilalui untuk masuk PTN……..
    Jalur otak….
    Jalur duit….
    Jalur jabatan ortu….

    dan yg paling ueanaaakkk

    JALUR KEBERUNTUNGAN….
    hehehe

  5. @kaktuan / Mas Hamid:

    hehehe…

    wis iso ditebak iki..

    Sampeyan biyen ngangggo jalur Keberuntungan ya??

    bahkan keberuntungane berlanjut terus sampe kuliah dan sampe lulus. dan akhirnya sampe juga ketemu istri saat di bangku kuliash..

    sampeyan bener-bener beruntung, Mas…

    hehehehehe…
    (Ampun Mas, just kidding..)

  6. Noz, daripada pusink2 mending ngeblog utk meningkatkan pagerank… coba ngisi buku tamu di greenblack.tk atau hijauhitam.isgreat.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: