Togog PeDe

Sejak 24 Mei lalu, pikiran Togog benar-benar kacau balau. Harga BBM dinaikkan membuat tarif transportasi ikut naik dan harga-harga kebutuhan pokok yang lain juga ikut naik, parahnya lagi hal itu tak diikuti dengan gajinya sebagai karyawan swasta. Dalam suasana yang kalut itu, dia mencoba untuk bertahan dalam rutinitasnya.

Senin itu adalah rutinitas pertama Togog pasca kenaikan BBM. Seperti biasa, dia berangkat pukul 08.00 dari kost2an kemudian naik kendaraan umum. Dengan menahan sedikit pusing karena naiknya tarif angkutan, ia pun melanjutkan nafas normalnya. Dan rute kali ini sepertinya terasa lambat dan tak seperti biasa.

Ia pun menggerutu pada kernet.

“Macet Bang, ada aksi tolak BBM di Bundaran HI” tukas Mbilung, kernet metromini itu.

Mendengar jawaban dari kernet, sontak Togog turun dari meromini dan melanjutkan perjalanannya. Wow, tak disangka dan tak dinyana, bukannya berlari menuju kantor, ternyata malah berlari menuju pusat kerumunan massa. Tanpa tedeng aling-aling, ia pinjam Megaphone dari salah satu peserta aksi kemudian naik ke puncak tugu di tengah-tengah kolam Bunderan HI.

Dia pun berorasi.

“Hai adik-adikku semua, yang bukan adikku tidak hai.
Tahukah kalian semua bahwa cara kalian yang tidak simpatik ini telah mengganggu kenyamanan orang-orang yang ada di belakang sana terjebak kemacetan??
Tahukah kalian semua, bahwa sopir metromini pusing karena setorannya terancam tak maksimal karena terjebak macet dan itu adalah karena ulah anda??
Tahukah kalian semua, pedagang-pedagang asongan yang biasanya berjualan di sini tak berangkat kerja karena resah dengan kehadiran anda??
Tahukah anda??
Tahukah kalian semua, bahwa yang kalian lakukan dengan cara tidak simpatik ini telah merugikan sebagian rakyat yang katanya kau perjuangkan itu??.

Semuanya minggir!!!!!!!

saya ini juga pernah seperti anda. jaman dulu tahun 1998 saya adalah juga demonstran yang militan!!
skala lokal dalam kampus, saya pernah berdemo terhadap jurusanku sampe lenganku kena Gobang Pak Nur Wawan, Kajur waktu itu. tapi bekas luka sudah saya dempul rapi.
skala nasional, saya pernah berdemo terhadap pemerintah Endonesa, sampe kakiku kena peluru nyasar Bung Harta, presiden waktu itu. tapi bekas lukanya sudah saya permak mulus.
skala Internasional, saya pernah berdemo terhadap negara polisi ndonya, sampe jidatku kena ludah beracun Bil Kliwon, pemimpin waktu itu. tapi bekasnya sudah tak basuh dengan air kembang tujuh rupa.

Tahukan kalian semua akan hal itu??
makanya minggir!!!!!!
Hushhh..hushhhhh…”
Nafas Togog mulai tersengal-sengal.

Kemudian ada satu demonstran yang tanya,
“Om, sampean duwe sertifikat alumni demonstran opo ora?? kok kemenyek ngono??”.

“Hei, udel bodong!! lha sampean melu demo iki cuma golek sertifikat ta??

“Om, ojo banter2 nek ngomong. engko nek ono sing ngerti boso-ne kene iso mati aku. Aku iki cuma melu2 thok, Om. Lumayan iso refresing sediluk daripada moco buku kalkulus, Pecah Ndasku!!!”.

“Oalah, gemblung!! ya wis gawe refreshing mari ngene aku terno nak kantor ya?? kowe nggawa motor khan??

“Sipppp, Om..”

Kemudian Togog melanjutkan orasinya,
“Hai adik-adikku tercinta. Teruskan perjuangan dengan cara simpatik dan jangan mengganggu ketertiban ya?? Om, mau kerja dulu, nanti telat!!” Pamit Togog pada para demonstran diikuti dengan tepuk tangan dan cemoohan dari berbagai penjuru.

“bye bye semua..”

note : kisah ini adalah fiktif semata, apabila ada kesamaan tokoh ataupun nama, sesungguhnya tidak ada unsur kesengajaan.
mohon maaf..

Advertisements

2 Responses to “Togog PeDe”

  1. waah.. wah.. wis pengalaman di bidangnya neh.. haha..

    sampek skala intenesyenel barang nda… dahsyat, dahsyat.. koyoke iki tenanan deh noz, aku kenal mbek pelakune.. haha.. tapi rahasia ya bos..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: