Dalam Kesendirian

April Mop..
siapa sih, kawula muda jaman sekarang yang gak tahu istilah tersebut???
Saya yakin mayoritas anak muda pasti tahu. Kalaupun jika ditanyakan kepada seseorang kemudian ia menjawab tidak tahu maka respon yang akan diberikan oleh temannya adalah menepuk jidatnya sendiri sambil bilang ”Capek Dehh….”.
Posting saya ini gak ada hubungannya sama sekali dengan yang namanya April Mop karena saya gak percaya kengan kebudayaan remaja yang berasal dari Prancis tersebut. Saya hanya ingin berkeluh kesah dengan kemalangan yang saya alami bertubi-tubi selama bulan April.

Hari pertama bulan April harus kulalui dengan perasaan shock. Bagaimana tidak?? Usai sholat Subuh aku masih sempat nge-charge hp kemudian tak tinggal tidur lagi lha kok bangun sekitar jam 06.30 hp sudah raib. Yang membuatku shock bukan masalah kehilangan hp-nya, tapi sebagai jobseeker alat komunikasi itu sangat penting apalagi sedang menunggu hasil tes kerja tahap lanjut yang telah kuikuti sebelumnya. Pusingku bertambah siang harinya saat pergi ke Grapari Telkomsel terdekat ternyata penggantian simcard dengan no sama tidak bisa dilakukan dengan alasan stok simcard kosongan sedang habis sehingga diperkenankan menunggu minggu depannya. Akhirnya sore hari kuputuskan pulang kampung ke Bojonegoro untuk mengambil hp butut-ku yang lama sekaligus ganti simcard di Grapari Bojonegoro. Pagi hari kelangkahkan kaki mengayuh sepeda menuju Grapari Bojonegoro yang hanya berjarak kira-kira 200 meter dari rumah. Dan ternyata alasan yang sama dengan di Grapari Surabaya (Jl. Pemuda) harus aku terima.
Capek Dehhh..

Dengan tubuh lunglai dan semangat yang tersisa aku kayuh sepeda ke warnet. Saat buka email dari milist alumni statistika ITS (parameter) terdapat kabar yang membuat hatiku semakin shock :

Telah berpulang ke Rahmatullah rekan kita Darminto angkatan 1996 dalam kecelakaan di jalan raya Blitar-Kediri”.

Inna Lillahi wa inna ilaihi Roji’un..
Masih teringat sapaan khas dari almarhum dalam tiap sms.”posisi nak endi Reng??”
Almarhum suka memanggil kawan akrabnya dengan sapaan Gareng..
Selamat jalan Cak Dar. Semoga kehidupanmu lebih indah di alam akhirat..

Belum genap sisa kepedihan ini ternetralisir aku sms kawan yang lain mengabarkan hpku yang hilang dan wafatnya Cak Dar dengan no yang kubeli dan kupakai untuk sementara. Sms tak berbalas dengan sms tapi dengan call back. Kawan di seberang sana tak hanya berbela sungkawa tapi juga curhat tentang kisah asmaranya yang hancur lebur setelah terbangun tiga tahun..

Aduh. Aku bertambah semakin sedih dan pusing..

Tapi itu semua belum seberapa. Beberapa minggu setelah itu (tepatnya hari ini, saat saya nulis ini) aku menghadapi masalah lagi. Setelah kehilangan hp. Kehilangan kawan akrab. Dan kehilangan kebahagiaan dari teman kini akupun terancam kehilangan kebahagiaanku sendiri..

Mungkin aku terlalu jujur. Tapi kejujuranku itu tiada maksud menyakiti hatinya. Aku hanya mencoba menyingkirkan riak kecil yang sangat potensi untuk berubah menjadi besar dalam menghadang kisah cintaku..
Aku gak ingin kehilangannya.
Aku sangat mencintainya. Bintang Hatiku..

Ya Allah. Nikmat-Mu yang manakah yang telah aku Dustakan??
Hingga aku harus menghadapi cobaan seberat ini??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: