Kebijakan Tak Bijak

jangan heran kalo anda tidak sampai shock saat menemukan informasi yang terkandung didalam posting ini.

“April, Pemerintah mencabut subsidi minyak tanah sehingga harganya menjadi rp.7000,-/liter. kebijakan itu membuat Pemerintah bisa berhemat 23 Triliun”.

Saya dapat berita itu dari Liputan enam SCTV, sejam yang lalu sebelum nulis posting ini atau tepatnya Liputan Enam edisi Selasa, 18 Maret 2008 pukul 18.15an.

kemungkinan besar penyebab anda tidak shock, pertama mungkin karena anda sudah mendengar berita ini sebelumnya. penyebab lainnya, karena anda sudah terbiasa mendengar dan merasakan kebijakan-kebijakan yang tak bijak dari pemerintah kita.

bagaimana kebijakan ini bisa dikatakan bijak, kalo rakyat kecil seperti saya bisa menganalisa dengan gaya rendahan khas rakyat kecil.

mudah saja:
Pemerintah kita punya UUD’45 yang didalamnya tertulis dengan jelas pada pasal 33 ayat 3 bahwa “Cabang-cabang produksi yang Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar KEMAKMURAN RAKYAT“. sekali lagi saya tegaskan, dipergunakan untuk sebesar-besar KEMAKMURAN RAKYAT.

jadi, kalo harga saat ini saja belum membuat rakyat bisa makmur, apalagi nanti setelah naik??

jangan beralibi dengan 23 triliun nanti akan digunakan untuk “kemakmuran rakyat”, rakyat yang mana??
kalopun yang benar-benar rakyat, apa lazim dengan cara menyengsarakan rakyat terlebih dahulu kemudian mengembalikan pada keadaan sebelumnya, itu yang disebut dengan memakmurkan rakyat??

jare wong Samin: “yo ra kacek (gak jauh beda)”.

maaf jika tulisan ini hanya bisa berteriak merintih tanpa ada solusi. mohon dimaklumi karena rakyat kecil tak punya kewenangan dan hanya bisa “patuh” pada aturan.

Advertisements

7 Responses to “Kebijakan Tak Bijak”

  1. Sabar yo nozz…
    Ben gusti pengeran sing mbales…

  2. oon emang tuh pemerintah.. yang ada malah bukan hemat, tp subur Korupsi

    cape dech

  3. aduh, kasihan rakyat kecil yang satu ini. Saya biasanya nggak menyebut “kebijakan yang tak bijak”, tapi langsung saja menyebutnya: “ketidakbijakan”. jadi begitulah… pemerintah banyak bikin ketidakbijakan.

  4. badai akan berlalu

  5. nambah 23 T, berarti negara lebih makmur. positif thinking ae noz, pembangunan mungkin tidak sedang di sekitar kita, tapi di propinsi lain… ato “ruang kerja” laen. he
    pemerintah tidak hanya membangun bojonegoro…. surabaya or jakarta. tapi masih ada ntt, palu, kendari……. Take it Easy.

  6. tetap semangat yo buat onnos.
    keep fight

  7. Nah, makanya kalo adik-adik jadi pemerintah/pemimpin jangan lupa apa yang adik-adik rasakan seperti yang adik rasakan saat ini. Soalnya kebanyakan pemimpin kita dah lupa tuh akan kodratnya sebagai pemimpin yang di beri amanah oleh rakyatnya. Betulkan ?

    Kusliyati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: