Pemaknaan Hidup

Betapa kejam kehidupan ini apabila jalan hidup harus dianggap sebagai putaran roda. Sebuah analogi yang sangat dipaksakan, setidak-tidaknya menurut apa yang ada dalam pikiranku saat ini. suatu sistem perputaran roda, yang tentu akan bisa menimbulkan posisi yang bertolak belakang. Putaran roda menghasilkan keadaan dimana suatu poros akan berada diatas, disaat yang lain akan berada di bawah. Kemudian bergerak ke depan dan saat yang lain harus ada di belakang.
Suatu keterpaksaan yang saya yakin akan dirasakan oleh orang yang menjalani hidup dan kehidupan apabila ia berada dalam posisi di bawah atau di belakang, keterpaksaan berada dalam kondisi yang negatif. Andai itu yang menjadi anggapan, kenapa tidak mencoba untuk menghehtikan putaran roda itu kala berada dalam kondisi diatas, di depan atau dalam keadaan positif. Dan kenapa sesaat setelah, tidak mencoba berfikir untuk melanjutkan hidup dengan menggeserkan roda agar kehidupan di bawah menjadi aus hingga habis serta merta ia tetap berada dalam poros diatas (positif)??
Bagiku, kehidupan adalah sesuatu yang kompleks dari tiga bagian utama:masa lalu;masa kini dan masa depan.akan tetapi, ketiganya saling terkait dan tidak bisa diparsialkan secara bagian tertentu saja.
Masa lalu adalah alasan, masa kini adalah tindakan dan masa depan adalah tujuan. Setiap masa lalu aka memicu adanya masa kini yang kemudian akan memunculkan masa depan. Masa depan akan menjadi masa lalu setelah sebelumnya bergerak sebagai masa kini. Dan transformasi itu yang akan menimbulkan masa kini dan masa depan yang baru, sebagai wujud implikasi perubahan masa depan saat ini menjadi masa lalu untuk masa depan saat ini. Dan semua itu terjadi secara sustainable pada setiap manusia yang berada dalam eksistensi kehidupan.
Sebagai wujud yang eksis pada kehidupan masa lalu, masa kini dan masa depan, manusia haruslah bisa belajar. Karena sejatinya kehidupan ini hanyalah diperuntukkan oleh kaum pembelajar, belajar bagaimana mempelajari dan memaknai kehidupan ini.
Saya katakan harus bisa belajar untuk suatu hal diatas karena satu hal yang tak boleh dilupakan bahwa semua ini telah digaristuliskan oleh Sang maha Penguasa. Pengusa masa lalu, Penguasa masa kini, Penguasa masa depan dan Penguasa segala masa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: