Oleh-oleh Pulang Kampung (II): Dan Ternyata…

Siang hari yang panasnya minta ampun, kupaksakan sedikit langkahku demi suatu kewajiban (atau kebiasaan??) untuk berakngkat sholat Jumat menuju Masjid Islamic Center Kota Bojonegoro. Heningnya suasana para peserta (sebaiknya disebut jamaah) dan hanya satu suara terdengar yang sengaja diperkeras oleh apa yang disebut microphone menandakan bahwa khotbah telah dimulai.
Dengan tergesa-gesa aku masuk ambil posisi senyaman mungkin lalu mulai laku berbeda dengan mayoritas hadirin yang duduk diam entah tidur ataukah berdoa. Yah, usai tahiyatul Masjid, baru aku mulai menyamakan posisi dengan kebanyakan orang disana. Saya duduk terdiam tidak untuk tidur tapi mengikuti sebagian orang lain yang dengan seksama mendengarkan satu suara yang tertangkap oleh telingaku.
Ups, suara lembut namun tegas yang selalu membombardir kita untuk bersabar dalam menghadapi bencana membuat rasa penasaranku untuk mendongakkan kepala dan mengarahkan ke podium depan. Sesosok yang familiar dengan mataku beberapa waktu yang lalu di setiap sudut jalan. Kalau tidak salah itu Kang Yoto (tepatnya Drs Suyoto, M.Si), calon Bupati pemenang pilkada yang baru saja terlaksana.
Sambil terus menyimak dengan seksama ucapan-ucapan yang disampaikan beliau dalam khotbah itu aku berfikir. Wuih, calon Bupati Bojonegoro ke depan ternyata tak hanya seorang politisi, akademisi, tetapi juga pendalam religi. Saya katakan pendalam religi karena bagaimanapun, dalam hukum sosial manusia seorang khotib akan mendapat tempat yang lebih tinggi dalam hal ilmu agama di mata masyarakat yang kemudian akan menimbulkan persepsi yang baik pula dalam setiap tingkah lakunya -semoga tidak salah-, akan tetapi saya tidak tahu bagaimana di mata Sang Khalik (wallahu‘alam).
Hal ini membuatku semakin optimis bahwa Bojonegoro ke depan akan menjadi pemerintahan yang berakhlak tak jauh berbeda dengan pemimpinnya. Dan kekhawatiran-kekhawatiran pragmatis dari pemikiran rakyat kecil bahwa korupsi, kolusi dan segala tindakan busuk lainnya pasti ada dapat tertepiskan oleh sikap dan akhlak sang pemimpin.
Amiin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: