Harapan dan Asa

Prolog:
sebelum anda membaca tuntas posting ini, ada baiknya saya jelaskan maksud sebenarnya kenapa tulisan ini tercipta. tulisan ini hanyalah upaya pribadi untuk menghibur diri dari suasana yang saat ini sedang berkecamuk dalam hidupku. kalaupun anda memahaminya secara serius, khayal, gak logis, narsis, primordialism atau apalah namanya, itu adalah hak anda. dan saya hanya bisa mengucapkan terima kasih telah mengunjungi blog Wong Samin ini. selain itu, apabila anda meninggalkan comment maka akan mendapatkan bonus berupa doa dari saya untuk kesuksesan anda. hehehe..

inti:
seperti kita ketahui bersama, musibah baru saja menimpa kotaku tercinta Bojonegoro. seumur nafasku berdesah sampa saat ini, tak sekalipun kejadian itu kualami. “Kota Bojonegoro lumpuh” begitu headline yang ditulis Harian JawaPos edisi 30 Desember 2007 pada halaman utama untuk meliput musibah ini. Banjir!!
memang banjir bukan kali ini saja menimpa tanah leluhurku, tetapi tahun ini sungguh luar biasa. yang biasanya hanya menenggelamkan jalan depan rumahku (lebih tepatnya rumah orangtuaku), tapi kini bahkan mampu menenggelamkan dinding rumah serta hanya menyisakan atapnya saja. Itulah kuasa Tuhan. saat Sang Penguasa berkehendak “kun fayakuun” maka terjadilah dan manusia hanya bisa pasrah.
saya gak ingin mengulas panjang x lebar x tinggi tentang apa itu kuasa Tuhan, karena saya merasa bukan orang yang pantas untuk berkhotbah serta juga gak ingin merebut tugas para khatib, dai, ulama’ dan sebagainya.
disini saya hanya ingin menganalisa musibah (atau cobaan ya?) dari sisi optimisme yang ada pada diriku, walaupun bagi anda mungkin hanya sebatas khayalanku belaka. tapi, its your mind but i have mindself (kalo English amburadul mohon dimaklumi).

ada tiga analisa dari saya:
1. Bojonegoro baru saja “sukses” menyelenggarakan Pilkada dan terpilih Bupati baru. maka dengan banjir ini sepertinya ada bisikan ghaib untuk membersihkan orang-orang lama agar diganti oleh orang-orang baru demi mewujudkan Bojonegoro yang baru agar tampak memiliki masa depan cerah yang baru pula. (pesan buat Kang Yoto, kalo memang hal ini benar tolong pergantiannya nunggu bulan Maret aja ya?? maksudnya nunggu aku Wisuda, hehehe..).
2. Banjir ini adalah tahap ujian bagaimana Kota ini memanajemen penanggulangan bencana. apabila dalam tahap ujian dirasa memiliki manajemen yang lebik baik maka ibukota Indonesia yang selama ini juga langganan banjir, siap dipindahkan ke Bojonegoro.
3. Banjir ini menunjukkan bahwa Bojonegoro adalah kota yang indah. keindahan itu bisa terlihat serta dibandingkan dengan Venesia, kota pariwisata di Italia yang terkenal dengan sebutan “kota apung” atau “kota air”.

so, bagaimana menurut anda??

Advertisements

2 Responses to “Harapan dan Asa”

  1. Mengulas panjang x lebar x tinggi??
    NGGAK KREATIF…….
    Kota Apung?
    NGGAK KREATIF……

    (ne comment nggak sah di approve)

  2. mmm…dengan ini sayah minta maaf karena air yang datang ke bojonegoro itu juga termasuk sumbangan dari kota saya…Madiun, melalu bengawan madiun -> bengawan solo trus meluap…

    Hehehhehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: