Lelucon Tak Lucu

Pagi itu, 10 Des 2007 09.54, terjadi obrolan menarik dari kerumunan orang-orang tentang pocongan (istilah untuk Pilkades di desaku). masing-masing dengan semangatnya menceritakan apa yang dialami dan yang sedang ada dalam pikirannya tentang pocongan tersebut. suasana guyub, gayeng dari obrolan ala rakyat kecil benar-benar terasa, berbanding terbalik dengan panasnya matahari yang tak henti menghitamlegamkan kulit manusia yang coba menantang.

Bejo, sehari-hari bekerja sebagai sopir yang hari itu dengan ikhlas meliburcutikan diri demi pesta rakyat, bercerita dengan semangat ’45. tadi subuh, ada orang dari RT sebelah bertamu dan menghitung anggota keluarga yang punya hak pilih di keluarganya. setelah didapatkan jumlah yang pasti kemudian mengalikannya dengan Rp. 5000,- dan mengeluarkan uang sejumlah hasil perkalian tamu yang hanya lulusan SD tersebut. sambil menyodorkan uang, tamu berkata bahwa itu adalah rejeki dari calon no.1 yang mencoba untuk berbagi dengan sesama. “tentu saya akan coblos no.1, WanSo” kata Bejo. Bejo memang dikenal sebagai pendukung setia calon yang memakai gambar Wanita ndeSo (Wan-So) sebagai atribut kampanye.

tak kalah semangatnya, Jupri yang bertitle Jupri Pecel karena ia telah menyandarharapkan nasi pecel sebagai dagangan utama sekaligus pengepul asap dapur keluarganya. Jupri Pecel bercerita bahwa ia dapat kupon yang bisa ditukar dengan uang Rp.50.000,- jika calon no.2 yang didukungnya bisa menang. Pemberian kupon dilakukan karena di RT tetangga ada kasus penangkapan oknum oleh Hansip lokal karena diduga oknum tersebut bermain money politics, sebuah istilah yang Jupri sendiri tidak bisa memahami artinya. “saya pilih no.2 dan saya yakin no.2 yang terbaik” lagaknya persuasif seolah-olah ia sedang mempromosikan nasi Pecelnya. Jupri sendiri juga dikenal sebagai relawan berani mati dari calon no.2 yang bergambar Tahu Mentah (Ta-Tah).

Beda Bejo dan Jupri, beda pula Sugeng Kribo, tukang cukur yang tak bisa merapikan rambutnya sendiri hingga jadi kruwel-kruwel mirip Edy Brokoli. “saya pilih no.3 karena mereka peduli pada wong cilik” argumen yang seolah-olah ia lupa pada musibah yang baru saja dialaminya. memang, 2 hari yang lalu Sugeng Kribo ditinggal untuk selama-lamanya oleh anak semata wayangnya yang terkena Demam Berdarah Dengue. saat itu, calon no.3 yang bergambar tombo moto (To-To) ikut bertakziyah serta tak lupa memberi santunan sejumlah uang sebagai tanda bela sungkawa.

sadar kalau saya tertawa kecil melihat semangat dalam obrolan itu, mereka bertiga sepakat tanpa musyawarah layaknya anggota DPR, kemudian bertanya tentang pendapatku sebagai orang netral dalam menganalisa pocongan hari itu. “kalau saya diberi sejumlah uang, tentu saya akan terima dengan senang hati. tapi kalo lantas disuruh nyoblos ya eman, mas. masak uang yang sudah jadi hak saya, harus dicoblosi? malah jadi ndak laku dong!! pedagang mana yang mau nerima uang yang bolong-bolong penuh lubang sebagai alat transaksi jual beli??” pendapatku dengan sedikit retorika.

“dasar Wong Samin”, kompak mereka bertiga layaknya paduan suara. dalam hati saya bergumam, “kok mereka ndak sadar bahwa yang ada di tempat ini semua punya darah keturunan sebagai Wong Samin” hehehe..

Surabaya, 11 Des 2007

note: catatan kecil ini tertulis dan terinspirasi oleh cerita Bapakku melalui telepon. tentu saja dengan sedikit kreasi fiktif dari penulis tanpa mengurangi inti ceritanya.

Advertisements

11 Responses to “Lelucon Tak Lucu”

  1. Maksa…(Lpnfo psboh zh hj ekmboeb sjoev)

  2. Converse:
    ya gapapa, kan judulnya gak lucu so boleh ketawa kok..

  3. welcome to the web for all saminism.

    saminism will dominated over the world!!!

    he..he..

  4. admin ngori:

    thanks banget mas..

    sampean jengker opo kuwi??
    wong samin ora dunung. hehe..

    wis ora “will” mas, tapi “still”.
    lho kok engkek tenan??

    hahahaha..

  5. mbuh aku dewe yo ra paham, pokoke ben ketok inggris ngono lho..he..he..

    suwun wis mlaku-mlaku ning wordpressku šŸ™‚

  6. wong samin iku opo maksude?

  7. halo mr.onnosz…sudah banyak rejeki kan ?
    alhamdulillah….
    terus nulis yaa… setidak2nya, elo bakal jadi cabug tahun 2050…hahahahahaha…. capres ajalah

  8. sableng:
    wong Samin??
    search di google ajah ya mbak, ntar pasti dapat banyak artikelnya. hehehe..

    marmotji:
    Alhamdulillah pak, iseng2 nulis daripada bengong kebingungan ngerjain Tugas Akhirnya.
    capres 2050?
    kok cuma calon?
    gpp lah daripada kagak sama sekali, hehehe..

    gimana dengan RTM Bapak?? smoga sukses ya..

  9. kang, amit nggih…blogmu tak link ning blogku..

  10. ngori:
    monggo, dipun sekecakaken Mas..

  11. NYUWUN SEWU MAS….NDEREK… LANGKUNG..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: