mahasiswa dan kuliah

July 25, 2006 versi asli

mahasiswa ?? kuliah ??
wah kayaknya dua hal tersebut takkan pernah bisa dilepaskan. .
tapi ada fenomena lain yang saat ini kalau kita sadari mungkin saja terjadi d sekitar kita. orang yang ikut kuliah belum tentu ia mahasiswa (mungkin saja temannya mahasiswa, alumni, atau dosen yang tentunya punya maksud tertentu ketika ia mengikuti suatu mata kuliah tersebut). begitu juga sebaliknya, ada yang ngaku-ngaku mahasiswa tapi tak pernah keliatan batang hidungnya di kampus. beda ceritanya kalau ketidakberadaannya di kampus dikarenakan ada keperluan yang menunjang akademisnya, tapi banyak juga alasan malas, banyak proyek diluar dengan memanfaatkan status mahasiswanya sampai “mungkin juga” aktivitas organisasi yang diikutinya.

Saat ini di kampoesku sendiri, “Gerakan kembali ke Kampus” sedang digalakkan. hal ini bisa dilihat dari kurikulum yang dikondisikan untuk mahasiswa agar semakin “betah” di kampus. tugas kuliah yang semakin padat, absensi yang semakin diperketat, hingga waktu luang lain yang semakin disunat.
Faktor dari luar sendiri juga dikondisikan sama, mulai dari aktivitas kemahasiswaan yang semakin dibabat, forum diskusi non akademis yang semakin dimampat dan agenda-agenda non akademis lain yang tak terawat oleh rektorat. padahal hal-hal tersebut sedikit banyak juga memberikan pengaruh positif terhadap softskill mahasiswa. Seolah-olah saat ini para mahasiswa terdoktrin untuk selalu mejeng di kampus, dapat IPK tinggi, cepet lulus dan kerja lalu menikah punya anak banyak.

padahal kalau diamati, orang-orang yang sudah jadi orang alias sukses (sukses seperti apa mohon disimpulkan sendiri) tak hanya punya latar belakang pendidikan yang mantap, tapi ia juga memiliki kekhasan tertentu terutama pada softskill-nya. bahkan tak jarang pula orang dengan latar belakang akademis agak jelek (sorry, diganti lumayan baik aja) bisa menutupi kelemahan tersebut dengan softskill tersebut. dan mereka-mereka ini telah teruji ketika berstatus mahasiswa, bagaimana menjadikan kampus sebagai tempat belajar tentang makna kehidupan, bermasyarakat, bersosialisasi, interaksi dengan makhuk lain, tidak hanya cuma belajar kalkulus, prokom, matematika yang direkayasa dsb.

memang semua itu perlu sebagai bekal kita terhadap anggapan orang bahwa seorang sarjana adalah makhluk dengan intelektual tinggi, sehingga esensi mengikuti mata kuliah adalah mencari ilmu sesuai keahliannya an jangan pernah berpikir instant hanya ingin mendapatkan nilai A tanpa mengerti kenapa kok bisa mendapatkan nilai A tersebut, kalau itu yang terjadi pantaslah kalau seorang temanku mengatakan “seorang lulusan dengan IPK diatas 3,00 terancam menjadi karyawan sementara seorang lulusan dengan IPK pas-pasan terancam menjadi pengusaha/direktur memperoleh kemampuan leadership lebih karena aktivitasnya saat menjadi mahasiswa, ironisnya aktivitas tersebut yang menyebabkan IPK-nya jadi pas-pasan”

so, pilih mana??
jadi karyawan??
jadi pengusaha/direktur??
atau kedua2nya??
Saatnya bagi kalian semua menentukan pilihan!!
penyesalan memang selalu menyakitkan!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: