Penyesalan, akankah selalu belakangan??

membaca judul diatas, jangan membayangkan bahwa saya sedang menyesali apa yang telah terjadi. jangan membayangkan apa yang saya lakukan atas pilihanku. dan jangan pula membayangkan airmataku menetes, mengalir dan membasahi kulit mukaku. Tidak!!

ketika pilihan yang ada harus ditentukan segera, tiada yang bisa menghentikan pilihan itu, tidak bisa kita lari dari pilihan itu hanya karena gonggongan anjing dalam nurani kita menyatakan pengecut!! Pecundang!! atau apalah hinaan-hinaan lain!! bisa saja nurani itu berseru demikian, karena ia merasa bagian dari tubuh kita yang tak menginginkan kita terpuruk dalam penyesalan!! terima kasih untuk nurani-ku!!

tak salah memang jika nuraniku berkata demikian. ibarat langkah kaki tinggal setapak, mengapa harus mundur?? satu alasan yang dapat membuat logikaku mengamini keputusanku untuk mundur bahwa ketika aku tetap maju, niscaya saya tak bisa kembali ke jalan yang lalu dan kebanggaan yang saya rasakan ketika berada dalam area yang telah saya tapaki, tak akan seberapa daripada jika saya melangkah mundur untuk maju lagi. hanya dengan itu saya akan lebih bangga dan penyesalan seumur hidupku akan terus menghantui apabila tetap berada dalam langkah maju kini-ku.

konsekuensi memang akan timbul dengan langkah mundur sesaat. tapi saya harus berani menghadang konsekuensi tersebut karena masa depan hanya akan dimiliki oleh orang-orang PEMBERANI!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: