Kulit Luar

Posted in ngangsu kawruh on September 10, 2016 by onnosz

Siang tadi secara tak sengaja ketemu kawan lama di sebuah warung kopi. gw ga sengaja masuk ke salah satu warung kopi yg makin menjamur di kota kecil Bojonegoro ini, dimana didalamnya sudah ada penampakan agak necis dari tubuh kerempeng yang sepintas membawaku ke masa lalu. Ya, aku masih mengenalnya dan kusapa dia. Maka mulailah kami ngobrol-ngobrol ringan menyulam 7 tahun kisah yang selama itu tak ada persinggungan diantara kami. Sampai pada suatu titik, ketika gw iseng bertanya tentang adik perempuannya yang dulu pacaran dengan salah satu dari teman kami juga. Dari situ ia bercerita tentang “kesuksesan” adik perempuannya menjalani kehidupan rumah tangga.

Dia mulai bercerita tentang si A, teman kami yang juga calon adik iparnya dulu (putus kemudian), serta si B, adik iparnya yang telah memberikannya seorang keponakan nan imut dan lucu. gw katakan cerita tentang kesuksesan adik perempuannya berumah tangga, karena inti yang diceritakannya adalah rasa syukurnya atas tidak jadinya si A jadi adik iparnya (dan kini menjadi guru di satu desa terpencil) dan juga sosok si B yang ke-Insyinyur-annya sangat ia banggakan. Ya, Guru vs Insinyur dan gw ga akan urai isi cerita teman gw tadi. gw hanya ingin sedikit menumpahkan opini gw tentang sisi lain dari perbandingan yang teman gw ungkap tadi.

Secara harfiah dan mendasar saja sudah keliru dan gak apple to apple banget membandingkan Guru vs Insinyur. Guru adalah pekerjaan sementara insyinyur adalah gelar. Akan sedikit lebih imbang jika perbandingannya Sarjana Pendidikan vs Insinyur, atau Guru vs Manajer/Supervisor/sejenisnya. Walaupun perbandingan tersebut masih belum gw terima secara nalar dan akan cenderung untuk tidak sepakat dengan itu. Ataupun klo masih ingin gw sedikit toleran dengan perbandingan tersebut, mbok ya di extrapolasikan guru macam apa dia, apakah guru yang otoriter yang ditakuti oleh murid-muridnya atau guru yang bersahaja penuh respek, sehingga murid, wali murid, dan lain-lain menjadi segan dan hormat kepadanya. Pun juga manajer yang insinyur tersebut, diperinci apakah manajer yang suka menindas anak buah, suka cari muka k atasan atau manajer yang sportif, menghargai orang lain, punya ide ide brilian dan berkontribusi positif ke sesama dsb. Ya, walaupun perbandingan semacam diatas lebih bisa gw tolelir, namun juga masih tidak bisa membuat gw sepakat.

Sejatinya, hidup itu adalah perjalanan. Apapun kisah yang dijalani, entah sebagai guru, insinyur, manajer, atau apapun hakekatnya adalah menjadikan kita lebih bertaqwa kepada Allah, sebagai bagian dari memberikan kita pintu rejeki (material maupun spiritual) melalui pekerjaan itu. Bahwa membandingkan gelar, jabatan, sandangan, dan segala sesuatu yang tampak secara luar saja, dari sisi kuantitas secara tak langsung menegaskan sudut pandang duniawi. Akan lebih mbois klo kita tak perlu memperbandingkan satu sama lain. Cukup hanya mengambil hikmah dari kualitas positif orang lain, kita gali ilmu dari sisi tersebut sambil kita lupakan sisi kemudharatannya dan lantas kita olah dan share kualitas positifnya kepada orang lain, tentu dengan cara sesuai dengan kehidupan yang kita jalani.

Sesungguhnya, ada kepuasan luar biasa dalam jiwa ketika kita bisa memberi manfaat kepada sesama…

Sedikit Metamorfosa

Posted in ngangsu kawruh on June 6, 2016 by onnosz

tahun lalu sih, berbukalah dengan yang manis..
sedikit modifikasi, krn saat ini yg manis lagi di Inggris.
Jadi, berbukalah dengan yang gratis…

Ada rekomendasi masjid yg sedia takjil ciamikkkk???? – with TikaWe.com

View on Path

FLEKSIBEL

Posted in ngangsu kawruh on May 13, 2016 by onnosz

Jadilah karet jangan jadi besi, sebab yang namanya karet paham kondisi.
Jadilah bunglon jangan sapi, sebab seekor bunglon pandai baca situasi.

Nak – Iwan Fals

Adalah suatu kewajaran di era sekarang ini kita dituntut untuk multitasking. Banyak hal yang harus kita kerjakan sekaligus dalam waktu yg bersamaan, atau setidaknya hampir bersamaan. Adalah suatu keniscayaan bahwa segala-galanya selalu mulus terselesaikan, apalagi jika yang namanya kerjaan datang dan pergi sesuka hati. untuk itu diperlukan manajemen waktu serta fleksibilitas.

Manusia itu biangnya kesalahan. Cepat atau lambat, kesalahan PASTI akan menghampiri. Disitulah peran skill manusia utk meminimalisir kesalahan, terutama yg ber-impact besar. Bukan berarti lantas kesalahan kecil terus diabaikan dan seolah dipelihara. Salah satu cara untuk memeliharanya ya itu tadi, fleksibel.

Satu pelajaran yang barusan saya dapatkan dari chat seorang teman yang kalimat persisnya saya copy paste seperti ini,
“Belajar cair.. Cair.. Cair..
Jangan ada ruang orang menembakmu, rangkul semua sebelum mereka menembak..”.

Saya cenderung menangkap intinya bahwa akan lebih mudah kita meminimalisir sesuatu dg mengunci subjek yg fleksibel daripada menambal objek yang statis.

Tawang Jaya, 14 Mei 2016 00:29 WIB

Posted in ngangsu kawruh on May 11, 2016 by onnosz

namanya permintaan mestinya tahu diri, sementara yg membumbung tinggi hanya mimpi.

Maka, ketika kita menyadari bahwa takkan pernah lunas hutang rasa syukur kita kepada-Nya, masih pantaskah hamba meminta sesuatu kepada-Mu, ya Allah..??

View on Path

Tutorial Gratis Buat Penipu

Posted in ngangsu kawruh on February 14, 2016 by onnosz

image

Lagi enak-enaknya tiduran di kereta, ada panggilan masuk dari nomor diatas!!
Berikut rekapan pembicaraan yang ditulis lengkap berdasarkan ingatan saya.

CH : Cah Ganteng
P1 : Penipu 1
P2 : Temennya penipu 1.
==================
(nada dering panggilan masuk)
P1 : (suara isak tangis cowok) Pak, aku kecelakaan. Tulung pak, saiki ning polsek. Sikilku patah.
CH : ya halo, iki sopo?
P1 : aku ditabrak. sikilku patah, pak. Tulung anakmu iki pak.
CH : (sadar bahwa ini modus penipuan, mulai ikut alur) oalah kowe kecelakaan, mati po ra?
P1 : sikilku patah pak, saiki ning polsek.
CH : polsek endi?
P1 : iki polisine arep ngomong.
(suara kayak benda jatuh, kemudian suara ganti semula sambil nangis sekarang suara tenang).
P2 : halo, dengan siapa saya bicara?
CH : saya bapaknya.
P2 : nama bapak siapa?
CH : Dika pak, lengkapnya Leonardo Dika Prio (kayaknya mereka ga kenal nama ini, kurang piknik banget)
P2 : begini pak, anak bapak kecelakaan lalu kami amankan untuk menghindari massa. Dan saat ini telah aman dari amukan massa.
CH : bapak gak usah repot-repot, gak usah diamankan juga gak bakalan diamuk massa. Itu kakinya patah jadi ga usah khawatir anak saya si Jessica itu (gw ngasal sebut nama) nggak akan lari. Tapi kenapa nggak mati sekalian ya pak? Kalo mati kan lebih mudah, tinggal kubur selesai perkara.
P2 : lho harusnya bapak bersyukur anaknya masih selamat. kemudian suara dipelankan) Ini akan kami proses ke pengadilan, kami menawarkan bantuan kiranya bisa diproses cepat tanpa pengadilan dan langsung bebas. Gimana pak?
CH : Waduh, biarin aja pak. Biar njamur di penjara. Emang anak itu nakalnya minta ampun. Baru SD aja sudah puluhan kali nabrak dan nggak kapok2. Baru saja minggu lalu nabrak truk parkir. usai ngadain pesta ultahnya yg ke-94 di sekolahan, malah ngajak balapan temen2 sekelasnya. Bayangin pak!!
P2 : jadi gimana, mau dibantu nggak?
CH : nggak usah pak. Jewer aja sampe kapok pak!!
P2 : bapak nggak sayang anaknya nih?
CH : enggak lah, gobloknya minta ampun dia. Biar jera dan lebih pintar selama di penjara!!
P2 : bapak ini gimana sih, nggak saya anaknya? Anak kandung kan?
CH : lho iya pak. cukup 9 bulan saja saya capek mengandungnya. Selebihnya biar dibantu diasuh oleh pak polisi.
P2 : oke kalo mau dibantu. Bapak siapin kertas dan pulpen, supaya bisa saya kasih langkah2nya.
CH : maksudnya biar dibantu pak polisi utk memenjarakannya.
P2 : bapak nggak sayang anak kandungnya nih?
CH : sekali lagi pak, dia itu goblok banget. Coba bayangkan. dia yg ditabrak, tapi dia mau aja diamankan polisi dari amukan massa. bayangkan lagi pak, dia itu cowok tp saya beri nama Jessica masih aja mau. Lalu, sampe usia 94 aja masih SD kan goblok banget cara nipu-nya pak.
P2 : (dan dia tersadar) sialan lu!!! (lantas hp dimatiin).

Note : Kisah nyata, ditulis sesaat setelah pembicaraan berakhir. Saat perjalanan kembali ke Jakarta diatas KA Jayabaya.

Sepakbola Anomali

Posted in ngangsu kawruh on February 6, 2016 by onnosz

dekade 90-an ada anomali.
Di Jerman, Kaiserslautern yg berstatus promosi langsung jadi juara.
Di Italia, Parma yg hampir degradasi tiba2 jadi kekuatan besar saat itu.
Di Inggris, Blackburn Rovers dg Alan Shearer-nya juga mengangkangi para langganan juara.
Di Spanyol, Atletico Madrid yg entah kenapa terdegradasi dan dalam waktu beberapa tahun mampu menyingkirkan perseteruan abadi Barcelona vs Real Madrid. Tapi ini nggak masuk hitungan karena memang Atletico punya sejarah sebagai juara.
Di Prancis, lebih edan lagi. 8 musim berturut-turut juaranya tim yg berbeda. Dan dominasi kekuatan lama hanya kebagian masing Marseille, Bordeaux, Montpellier dan Nantes. Saat itu, Lyon dan PSG baru jadi embrio sebagai tim besar di masa kini.

Tahun ini, akankah terjadi?
Tim yg kalau di googling paling cuma nemu 1-2 page. Akankah merusak tatanan sejarah yang ada?
Kita tunggu kiprah Leicester City..!!

Nasihat Pasif

Posted in ngangsu kawruh on December 6, 2015 by onnosz

Seorang tukang ojek, yg membiayai 4 orang anggota keluarganya dlm satu kontrakan di pinggiran Jakarta. Narik order di pagi buta, jelang sampe tujuan eh malah ban bocor, dan belum nemu tukang tambal ban malah ijin sholat subuh lebih dulu.
Kadang, nasihat ditunjukkan secara pasif oleh seseorang yg secara duniawi tidak lebih beruntung dari kita. matur suwun Pak ojek, semoga rejeki njenengan lancar selalu…