Hanya Mimpi (kah??)

Posted in gombale mukiyo with tags , , , on January 28, 2009 by onnosz

Entahlah, saya gak tahu semalam mimpi apa sehingga hari ini harus disuguhi dengan berita yang menghentakkan nalar. mungkin bagi sebagian orang ini bukan topik bahasan yang menarik. Walau bagaimanapun, objek dari berita itu merupakan mayoritas adalah favorit di Indonesia. Ya, objek berita berupa permainan bernama Sepakbola adalah permainan favorit di negeri ini..

Lantas, beritanya seperti apa sih??? Kok sampe menghentakkan nalar??

Ya, Indonesia mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018!!!
Mantap kan??

Eits, tunggu dulu!! Para fans berat bola jangan senang dulu ya!!!
mari kita nalar dulu.

Sejauh ini, bagaimana perilaku oknum sepakbola, mulai dari wasit, pemain, pelatih, sampe suporter sepakbola Indonesia. Siapkah menyambut kedatangan para seniman bola dari penjuru dunia??
Kira-kira nafsu suporter untuk melempar botol ke suporter lawan bisa terhindarkan??
Kira-kira bakal berapa duit dari panpel harus keluar hanya untuk mengejar “sukses” semu??
Kira-kira seberapa tebal kantong para oknum pejabat bola kita akan bertambah dari anggaran anggaran fantastis yang entah untuk apa??
Kira-kira stadion mana yang akan dibangun dengan anggaran dari Pemda/Pemkab/Pemerintah Pusat dengan jumlah rasional??
Kira-kira berapa besar budget untuk tiket perjalanan ke Zurich (markas FIFA) oleh pejabat PSSI penguasa sepakbola yang digunakan untuk lobying bukan pelesir bersama keluarga??
Kira-kira masih seperti itukah yang akan terjadi tahun 2018 mendatang???
Kira-kira bakalan ada respon/commentkah postingan ini dari maniac bola Indonesia??

Kira-kira mimpi apa saya semalam???

.

Fatwa Oh Fatwa

Posted in gombale mukiyo with tags , , , , on January 27, 2009 by onnosz

Akhirnya, fatwa tentang golput yang sempat menjadi wacana telah keluar. Dan fatwa itu telah memvonis bahwa golput adalah tindakan yang haram. Banyak pihak pro dan kontra terhadap keputusan itu.

Saya melihat suatu hal yang aneh dan lucu bahkan sangat lucu dari hal itu.
Simpel saja, analogikan jika kita diberi pilihan untuk memilih makan tinja atau minum air seni?? (wuih, jauh banget analoginya??)
Dua hal yang sama-sama haram untuk dilakukan. Lantas jika kita harus melakukan salah satu karena ada hukum haram apabila meninggalkan keduanya (sesuai fatwa baru), siapakah yang bertanggungjawab atas tindakan yang harus kita lakukan tersebut?

Ya, memang dalam fatwa tersebut ada catatan bahwa dalam pemilihan tersebut ada yang mewakili aspirasinya atau memperjuangkan kepentingan masyarakat. Jika tidak ada satupun calon legislatif yang bisa memenuhi aspirasi masyarakat, maka umat Islam tidak wajib menggunakan hak pilihnya.

Yang jadi masalah, bisa atau tidaknya calon legislatif untuk memenuhi aspirasi masyarakat sangatlah subyektif dari si pemilih. Pertanyaannya, beranikah MUI memberikan fatwa atau label bahwa si A BISA, si B TIDAK BISA, si C LUMAYAN BISA, si D AGAK BISA, dsb dsb???

Di sisi lain, ada indikasi bahwa fatwa tersebut merupakan “titipan” dari pihak yang sangat dirugikan oleh adanya golput dalam pemilu. entah benar atau tidaknya indikasi itu, tentu sangat sulit untuk dibuktikan.

Tapi menurut saya pribadi lagi, semuanya itu ada hikmahnya. Yah minimal kita bisa melihat bahwa MUI ada kerjaan.

Dan satu lagi, kalau saya pribadi diminta untuk membuat fatwa maka dengan tegas dan tanpa ragu lagi akan membuat fatwa :

“DILARANG alias HARAM bagi kita untuk berdagang FATWA”

Perlakuan Beda

Posted in bojonegoro tercinta, gombale mukiyo with tags , , , on January 11, 2009 by onnosz

Semakin menarik saja mengikuti berita dalam kasus Korupsi di Bojonegoro. Dua mantan pejabat yang dijadikan tersangka, yaitu mantan bupati Santoso dan mantan Kabag Keuangan Zainuri sedang menjalani masa-masa suram penuh intrik. Tapi sejauh ini ada satu hal yang sangat tidak saya pahami. Bisa jadi karena saya hanya orang awam yang tak tahu hukum orang-orang “besar”, yang saya ketahui hanyalah hukum untuk para maling ayam.
Bagi orang awam seperti saya, sekalipun hanya dalam hati (tapi lewat blog masih boleh) tidak layak untuk bertanya-tanya mengapa dua tersangka diatas mendapat perlakuan beda??
Untuk diketahui saja, Zainuri langsung ditahan pasca pemeriksaan pada 10 Desember 2008, sementara Santoso yang dijadwalkan diperiksa LAGI tanggal 8 Januari 2009 kemarin, hingga saat ini saya belum menemukan berita tentang tindak lanjut pemeriksaan tersebut (saya kuper banget kaleee ya, sampe gak dapat beritanya???).

Ih, kog gitchu she?? (liriknya DewiQ, hehehehe)

Saya gak tahu perbedaan perlakuan itu apakah karena Santoso yang juga Ketua Partai Demokrat Cabang Bojonegoro itu sudah memberikan jaminan berupa sertifikat tanah senilai sekitar Rp.2 Milyar, ataukah karena sudah mbalikno susuk’e (menyerahkan uang kembalian) senilai Rp. 150 Juta secara djoedjoer sebagai bagian dari dukungan program “Kantin Kejujuran” pemerintah yang dicanangkan 9 Desember lalu bertepatan dengan hari anti korupsi.

Bukankah pada saat pemeriksaan awal, keduanya masih berstatus tersangka?? (ingat, masih tersangka belum terdakwa apalagi narapidana).
Bahkan, Zainuri yang sudah ditahan di LP Medaeng sejak 10 Desember 2008 kemudian diperiksa lagi tanggal 7 Januari 2009 masih dalam status tersangka? Artinya saat diperiksa Lagi pada tanggal 7 januari tersebut, Zainuri berangkat dari LP Medaeng.

Sementara Santoso??

Wah wah, semangkin gak lucu aja panggung sandiwara yang ada di antah berantah ini….

Kontradiksi Antrian Ibadah Haji

Posted in ngangsu kawruh with tags , , , on December 8, 2008 by onnosz

Hari minggu, 7 Desember 2008 atau 9 Dhulhijjah 1429, berjuta-juta muslimin sedunia berkumpul di padang arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai ritual ibadah haji. Ibadah Haji adalah salah satu kewajiban umat Islam yang tertuang dalam rukun Islam yang kelima. Kewajiban ritual ibadah yang merupakan napak tilas ketaqwaan Nabi Ibrahim As tersebut tersebut diwajibkan kepada seluruh umat Islam dengan kategori muslim yang mampu. Seperti yang tertuang dalam Q.S Ali Imran 96-97 “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Indonesia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia pun juga “mendelegasikan” sebagian kecil rakyatnya yang berkewajiban haji di sana. Saya katakan sebagian kecil rakyat yang berkewajiban, karena sebelum pemberangkatan jamaah, sudah terdapat pengumuman bahwa terjadi antrian berangkat haji hingga menyebabkan quota kosong sampai tahun 2011.

PRESTISE

Ibadah adalah wujud ketaqwaan dan ketundukan ummat kepada Tuhannya. Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, Haji, merupakan wujud atas ketaqwaan terhadap Allah sehingga kedudukannya pun juga sama-sama spesial bagi Sang Pencipta. Akan tetapi, mungkin karena ibadah haji membutuhkan harta duniawi yang berlipat kali lebih besar sehingga menyebabkan manusia yang cenderung berorientasi duniawi menjadikan ibadah tersebut lebih prestise. Keberangkatannya di iringi penduduk sekampung dengan “selametan” yang besar-besaran. Dan seolah-olah hal tersebut mengisyaratkan bahwa sesaat lagi dia akan memperoleh suatu gelarprestise yang akan disematkan di depan namanya, Haji/Hajjah. Entah uang yang digunakan untuk keberangkatannya didapat dengan cara menabung bertahun-tahun atau sulap anggaran seketika semudah membalikkan telapak tangan. Wallahu alam.
Biasanya golongan yang kedua ini tak peduli, sepulang dari ibadah tersebut apakah akan menjadikan perilakunya lebih shaleh/shalehah yang penting persepsi positif tentang seseorang bergelar haji telah didapatkan. Atau dalam bahasa kerennya Haji Tomat (berangkat Tobat, setelah pulang Kumat)

SISI LAIN : PERMASALAHAN SOSIAL

Masih teringat dalam ingatan kita, bagaimana ribuan warga miskin di Pasuruan ramadhan tahun ini berdesak-desakan untuk mengambil zakat hingga menyebabkan 21 orang meninggal dunia. Atau pasca kenaikan BBM, bagaimana antrian warga miskin di kantor pos untuk mengambil jatah BLT.
Dari permasalahan sosial di negeri ini, tampak jelas bahwa terdapat kontradiksi di negeri “gemah ripah loh jinawi” ini. Di satu sisi terjadi antrian panjang untuk “mengeluarkan” hartanya yang diwakili oleh kaum kaya, di sisi lain rakyat miskin antri hingga rela mengorbankan nyawanya untuk mendapatkan “harta” yang hanya cukup untuk makan beberapa hari.

SOLUSI

Kesempatan untuk beribadah merupakan hak setiap warga negara Indonesia. Tidak ada larangan bagi warganya untuk melaksanakan keyakinannya. Akan tetapi, ibadah tidak hanya hablumminallah saja. Hablumminannas juga merupakan kewajiban setiap muslim dan keduanya perlu adanya keseimbangan. Untuk menjaga dan mengatur keseimbangan tersebut perlu adanya langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh pihak yang berwenang.

Pertama; Adanya fatwa oleh MUI tentang definisi dan batasan-batasan kata “mampu”. Mampu yang dimaksud adalah mampu secara lahiriyah, batiniyah, dan perilaku sosial. Artinya, seseoang yang dikatakan mampu untuk melaksanakan ibadah haji adalah orang yang mampu secara fisik dan materi, serta mampu menyandang “status positif ” pemberian masyarakat dimana status tersebut berimplikasi pada perilaku yang mengarah semakin positif baik kepada Allah dan kepada sesama, baik sebelum keberangkatan haji maupun sesudah kepulangannya.

Kedua; Menaikkan biaya penyelenggaraan ibadah haji sebesar dua kali lipat dengan ketentuan separo benar-benar digunakan untuk biaya penyelenggaraan ibadah haji dan separo berikutnya disalurkan ke lembaga independen yang akan digunakan untuk kebutuhan sosial.

Ketiga; Adanya transparansi atas uang yang digunakan untuk melunasi pendaftaran ibadah haji. Hal ini ditujukan agar uang yang digunakan benar-benar uang halal. Dari seleksi tersebut diharapkan dapat memberi kesempatan pada orang-orang yang punya niat benar-benar suci agar tidak tertunda tahun berikutnya, dimana kesempatan saat ini telah terampas oleh orang lain yang hanya mengejar gelar prestise ibadah haji.

Dari ketiga solusi tersebut, saya yakin tidak ada keberatan oleh calon jamaah yang benar-benar punya niat suci untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima apabila ketiganya benar-benar di konsep dan disusun atas dasar niat suci kepada Allah agar pelaksanaan ibadah haji menjadi lebih khusyu’ dan bisa menambah tingkat ketaqwaan terhadap Allah. Selain itu, bisa membuat kesenjangan sosial yang terjadi diantara ummat ini diharapkan bisa menjadi lebih sempit.

Wallahu alam bisshawab.

“Jika seorang menghukumi sesuatu dan benar, maka ia mendapat dua, dan bila salah maka ia mendapat satu pahala”

Sarjana Mudah (After??)

Posted in Oi banget, ngangsu kawruh with tags , on November 18, 2008 by onnosz

Sebuah SMS mendarat mulus di inbox Sony Ericcson-ku. Kubuka, kukenali dan kubaca lalu kuresapi. Sebuah informasi atau lebih tepatnya menurut si pengirim yang juga kawan lamaku adalah permintaan untuk ngrepoti meski saya tidak mengganggap sebagai sesuatu yang repot. Permintaan agar meluangkan waktu untuk sekedar mengirim email ttg sebuah informasi lowongan pekerjaan. Gak perlu banyak ulasan atas informasi yang diminta karena bukan sesuatu yang pantas untuk dibahas disini, setidak-tidaknya menurut sudut pandang saya pribadi.

Saya hanya ingin berbagi keresahan atas apa yang ditimbulkan oleh kejadian itu. Bagaimana kalang kabutnya dan susahnya seorang sarjana di negeri ini yang mencari lapangan pekerjaan. Di sisi lain, pabriknya terus memproduksi output tanpa melihat atau (lebih lepatnya, mungkin) pura-pura tidak tahu dan mengabaikan kualitas produk hasil olahannya. Walaupun tak dapat dipungkiri bahwa kulitas bahan baku (dalam hal ini, mahasiswa) juga mempengaruhi kualitas lulusan. Barangkali yang dituntut oleh institusi hanyalah, bagaimana mahasiswa didikannya itu belajar belajar dan belajar. Belajar yang saya maksudkan adalah belajar dalam arti sempit (alias di kelas, tugas, tatap muka, responsi, praktikum, etc). Padahal menurut saya, belajar tak sekedar itu…….

=======================================================

Inspirasi tiba-tiba hilang….
Nyalain winamp dulu, clear list, add file, ambil beberapa judul lagu, Open, and Play…
Tiga buah lagu dari Bang Iwan Fals, “Sarjana Muda”, “Teman Kawanku Punya Teman”, dan “Nak (lelaki)” siap menemani kesendirian malam ini..

=======================================================

Barangkali tiga lagu yang saya sebut diatas cukup mewakili keresahan yang saya rasakan.
Lagu-lagu yang sebenarnya sudah tercipta berpuluh-puluh tahun yang lalu, tapi hingga kini masih jadi representasi dari realita sosial masa kini di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi.
Saya sendiri kurang tahu, apakah memang Bang Iwan Fals yang punya insting tajam melihat masa depan hingga berpuluh-puluh tahun ke depan, ataukah sistem pendidikan negeri ini yang tak beranjak bangkit dari situasi sakit dan penuh dengan sekumpulan bandit….

Maaf, saya hanya bisa resah, resah dan resah. Keresahan yang hanya memicu untuk melakukan sedikit perubahan bagi diri sendiri. Semoga tiap sedikit itu, bisa memberi warna pada perubahan ke arah yang lebih baik bagi negeri ini…