Iseng Mimpi
Seminggu lalu benar-benar sibuk oleh kerjaan kantor. Sedikit waktu saja menyempatkan diri baca koran atau nonton TV hingga tak ada asupan berita terkini masuk di otakku kecuali berita sepakbola yg sempat dibuka pas weekend (dan tentu saja berita kabar pacar yang jauh disana.hehehe..).
Alhamdulillah, minggu ini agak longgar dan saya coba gunakan untuk menyempatkan baca berita terakhir. Ada tiga berita mencolok tertangkap (selain berita sandiwara politikus negeri ini tentunya). Yaitu keluarnya Briptu Norman dari anggota Brimob, kekerasan seksual di angkot, dan pengeroyokan wartawan oleh anak SMA 6 Jakarta.
Dari ketiga berita tersebut, sepertinya berita tentang pemerkosaan di angkot yang teresap dengan baik hingga terbawa mimpi. Jangan ngeres dulu, bukan pemerkosaannya yang hadir dalam mimpiku semalam, tapi masih ada hubungannya dengan angkot yaitu tentang ruwetnya transportasi di Jakarta.
Mau tahu cerita mimpiku? Baiklah saya akan bercerita tapi jangan tertawa apabila terkesan konyol. Tapi sesungguhnya gak ada yang mustahil untuk diwujudkan.
Okelah, saya mulai bercerita. Alkisah, DKI Jakarta sedang menyelenggarakan pilkada dan saya jadi salah satu calon gubernur tak disangka saya berhasil memenangkan pilkada dengan membawa misi perbaikan transportasi publik.
Satu hal yang jadi senjata kampanyeku adalah pembangunan sarana transportasi baru yaitu helikopter. Saya akan bangun shelter-shelter pemberhentian dan pemberangkatan big box kuat yang muat diisi ratusan orang, kemudian diangkut oleh helikopter. Keren kan?
Saya gak perlu menceritakan lebih detail tentang serunya mimpi itu, toh itu hanyalah bunga tidur seorang pendatang. Namun dari cerita itu barangkali di alam nyata ada orang yang memiliki kuasa kebijakan yang mungkin punya ide lebih gila dari mimpi yang notabene muncul dari alam bawah sadar.
–sekian–
September 21, 2011 at 1:36 am
-.-”
September 21, 2011 at 2:16 am
September 22, 2011 at 4:44 am
hmm… aku malah berpikir untuk semua orang agar mengerti internet semua.. agar ke kantor gak perlu beranjak dari rumah, cukup konferens, beli barang cukup beli online.. dll, walhasil gak macet dan udara sejuk sedikit polusi
September 22, 2011 at 2:44 pm
Kalo semua serba online, saya khawatir empati manusia akan punah..
November 23, 2011 at 3:41 am
seandainya tata kota jakarta lebih baik…:D
February 8, 2012 at 6:44 am
belum ada solusi juga ya!!!!!!!