Relativitas Waktu
Sebuah cerita karangan saja namun sangat memungkinkan terjadi, bahkan semua orang (saya yakin) pernah mengalaminya, tapi dalam kondisi yang berbeda. apabila ada pihak yang tersinggung dengan cerita diatas, tidak ada kesengajaan (nggombal) dan hanya kebetulan belaka.
ceritanya begini :
seseorang, bernama Wawan, eh ojo Mahendra ae, mending David, yaopo nek Ndopar (opo sih Onos iki? ngabsen ta??).
gak kabeh wis, seseorang bernama Mawar -bukan nama sebenarnya- (gara-gara aku kakean ndelok berita pemerkosaan!!).
Mawar sedang nonton TV acara kegemarannya yaitu pertandingan sepakbola Champion League antara AC Milan lawan Inter Malang. saat itu tim kesayangannya, ACMilan tertinggal 0-1 berkat gol yang diciptakan oleh Bunga Citra Lestari pada menit ke-27. karena membutuhkan kemenangan ACMilan terus membombardir dan mengurung pertahanan Inter Malang.
tiba-tiba, priiiitttt!!! apa yang terjadi?? oh ternyata peluit panjang telah dibunyikan dan skor tidak berubah 0-1 untuk kemenangan Inter Malang. alhasil, Mawar kecewa berat karena ia merasa pertandingan terlalu cepat usai.
di lain waktu, Mawar ikut main sepakbola Agustusan di kampungnya melawan kampung tetangga sebelah.ia berposisi sebagai Bek Kanan. saat timnya sudah unggul 54-0, timnya memutuskan untuk mengubah strategi memperkuat pertahanan sementara tim lawan sangat bernafsu mengejar ketinggalan. hingga babak belur pontang panting jungkir balik hantam tembok, usaha dilakukan oleh Mawar dkk untuk mempertahankan gawangnya dari kebobolan. pertandingan kok gak selesai-selesai sih?? jam-e wasit ilang ta?? begitu pikir Mawar saking kalutnya menahan serangan lawan.
NB: bagi yang gak tahu, pertandingan sepakbola 2 X 45 menit ()
inti dari cerita (aneh) diatas, kadang kita merasa waktu berlalu begitu cepat. kadang pula kita merasa waktu berjalan melambat..
kok bisa ya??
any comment or other idea??
thanks..
December 11, 2007 at 11:27 pm
Jaka Sembung naik buaya, koq gak nyambung ya? Tapi ya wis lah, wat niat nulis dan niat2 lainnya, skala 1-10….brapa ya¿ 6,8! Hehe… Oya, wat Mawar Melati Semuanya Indah, kalo mo nonton bola, malem Minggu ja. Kan ada lagu jadul yang bilang, malam Minggu malam yang panjang… Hayo, nyambung gak?
December 12, 2007 at 9:27 am
eM Te We :
malem Minggu,
malem Senin,
malem Slasa, dan malam malam yang lain bisa di buat panjang atau pendek, toh konsekuensinya juga akan memendekkan atau memanjangkan waktu siangnya.
bukankah siang + malam = 48 jam ?
(tanpa pagi dan sore, hehehe..)
January 1, 2008 at 12:44 am
pontang-panting jungkir balik hantam tembok dapat inspirasi darimana kang?
kalau di pulau lombok tempat saya semedi ini jungkir balik ujung2nya hantam ombak. ombak tingginya 7 meter bro. dapet bonus angin kenceng lagi… kalau laut aja airnya masih tinggi, air banjir mau di buang kemana???
berarti relativitas waktunya
banjir surut = air laut-tinggi gelombang*pergerakan bulan/0.63.
haha… tambah ngelantur…
semoga cepat selesai cobaan di kota tercintanya ya…