What’s Wrong??

Posted in ngangsu kawruh on June 23, 2008 by onnosz

“Ngomong taek ta, Cak???”

Begitulah biasanya komentar yang keluar dari teman-teman setiap kali berkumpul kemudian ada statemen ataupun ide yang terkesan serius dan bertujuan untuk lebih baik dari salah satu diantara kami. Tidak ada masalah dengan kalimat diatas karena saya mengenal mereka sudah lama, juga kenal bagaimana cara pandang mereka. Bahwa mereka hanyalah guyon pada komentar, tapi memaknai secara isi.

Tapi beberapa hari yang lalu komentar yang intinya sama harus saya dapatkan.

“Kamu sok idealis, Rif”
“Memangnya selama ini kamu sudah melaksanakan seperti apa yang kau gambarkan itu??

Wow, seperti ditampar atau di tusuk dari depan. Tapi beruntunglah, saya bisa mengatasi kondisi itu.

Yang saya herankan sampai saat ini, yang berkomentar adalah orang yang baru mengenal saya. Dan komentar itu disampaikan dengan nada sinis. Setidak-tidaknya menurut apa yang tertangkap oleh telinga saya (semoga saja dugaanku salah).

Terlepas dari apakah ide yang saya sampaikan itu memang baik atau buruk untuk orang lain, dipertimbangkan atau dibuang layaknya sampah, it’s not problem.
Yang jadi pertanyaanku, kenapa sih?? Setiap gagasan itu harus dilihat siapa yang menyampaikannya?? Kenapa harus dinilai dari subjeknya, bukan objeknya?? Dan kondisi ini memaksaku untuk mengingat sebuah pepatah “don’t judge the book from the cover”

Ok, terserah anda kalau memang anda menilai bahwa saya seorang yang banyak membawa faktor negatif. Terserah anda pula menilai sesuatu yang baik selalu berasal dari hal yang baik. Saya lebih suka jika dilihat sebagai sosok yang negatif.
Tapi asal tahu saja. “endog iku metu saka silit”


Tolong pahami itu, Bung!!!

*********
Mohon maaf, jika yang membaca tulisan ini melihat ada bahasa yang kurang enak dihati. itu hanyalah permasalahan tata susila masing-masing dari kita. Tolong jangan dimaknai secara kosakata, tapi ambillah isinya jika memang dianggap baik untuk anda…
*********

Di Balik Isu Kartu Setan

Posted in To Be Researcher, gombale mukiyo on June 13, 2008 by onnosz

Beberapa waktu yang lalu, ada isu seputar adanya pemakaian kartu setan. mulai dari isu telepon warna merah yang dapat mematikan si penerima telepon, lantas angka 666 yang identik dengan kartu tersebut dan isu-isu lain yang menegaskan persepsi negatif terhadap brand Axis yang dibawa oleh Natrindo Telekomunikasi Selular (NTS).

Terlepas dari percaya atau tidak, pihak mana yang memulai isu ini, saya lebih memilih untuk menganalisa dari sisi strategi masketing menghadapi isu itu terkait dengan promo yang dilakukan Axis akhir-akhir ini.

Tak dapat dipungkiri, memang isu negatif akan dapat memicu antipati konsumen terhadap merk dagang yang dibawa. akan tetapi dalam kasus ini, isu negatif ini merupakan isu yang menurut saya tidak masuk akal sehingga konsumen ataupun calon konsumen yang dapat membawa logika-nya “secara jernih” tak akan terpengaruh. Dari alasan ini, banyak ataupun sedikit calon konsumen yang terpengaruh setidak-tidaknya mereduksi cluster berdasarkan mindset terhadap isu mistik. Jenis cluster yang teruduksi adalah swing subcriber dimana calon konsumen yang lebih suka berganti-ganti kartu menurut selera yang diinginkan sesaat, dan NTS melihat potensi cluster ini untuk menjadi pelanggan loyal sangatlah kecil.

Dari latar belakang itulah, promosi terbaru Axis Rp.1/ nelpon tanpa batasan waktu yang dikeluarkan baru-baru ini adalah membidik calon konsumer yang punya potensi untuk loyal. apabila Axis bisa mempertahankan layanan komunikasi yang berkualitas mengingat potensi membludaknya potensi padatnya lalu lintas komunikasi dari mereka sebagai akibat tarif promo terbaru itu, maka akan jangan heran jika beberapa saat lagi akan menjadi penantang provider-provider yang sudah besar secara head to head mengingat sokongan dana yang melimpah dari Saudi Telecom Company (STC), sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi nasional Arab Saudi dan Maxis Communications, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi seluler terbesar di Malaysia..

Jadi, di mata saya NTS sangatlah diuntungkan oleh isu tentang “kartu setan”..

kita lihat saja perkembangan selanjutnya..

Potensi Emas

Posted in To Be Researcher, gombale mukiyo, ngangsu kawruh on June 4, 2008 by onnosz

Sedikit kaget juga ketika saya iseng2 searching cari artikel tentang asal usul dan keberadaan situs jejaring sosial macam friendster atau facebook atau lainnya. Saya menemukan artikel dari antara.co.id yang berjudul Friendster Hadir dalam Bahasa Indonesia

“Menurut siaran pers Friendster di Jakarta, Jumat, di Asia friendster.com menjadi situs jaringan sosial terbesar yang dikunjungi rata-rata 32 juta pengguna internet setiap bulannya ini, kini disajikan dalam tujuh bahasa, Inggris, Indonesia, China Sederhana, China Tradisional, Jepang, Korea, dan Spanyol.
Di Indonesia, Friendster memiliki lebih dari 8 juta pengguna terdaftar dan 4 juta pengunjung unik setiap bulan di friendster.com pada Februari 2008. Sementara 40 persen dari 20 juta pengguna internet yang ada di Indonesia memiliki akun Friendster.

Pengguna di Indonesia, kata Friendster, umumnya menghabiskan waktu 30 menit setiap hari di friendster.com dan mengunjungi laman itu beberapa kali seminggu untuk berkomunikasi dengan teman-teman dan saling berbagi atau menikmati konten melalui fitur-fitur yang ada.”

Yang membuat saya kaget sebenarnya bukan pada jumlahnya, tapi sisi lain dari statement itu yang sangat potensial untuk bisa dimanfaatkan. bayangkan saja, dari statement di atas, kalo insting marketing kita muncul, bagaimana seandainya hal itu dimanfaatkan.

saya coba log-in ke FS-ku, dan ternyata, saya hanya menemukan satu iklan besar terpampang dibawah template my friends. dan bayangkan saja jika setiap pemilik account FS yang log-in kemudian tampilan advertisenya adalah sama. secara sadar atau tidak, tampilan itu akan masuk ke dalam pikiran otak bawah sadar pemilik account apabila dia sering-sering log-in. dan yang jadi potensi adalah sisi advertising itulah yang saat ini menurut saya belum sama sekali di optimalkan oleh para marketer.

Nah, disinilah kreatifitas seorang marketer diuji. bagaimana mereka membuat tampilan yang eye catching sehingga sisi advertise-nya gak memerlukan iklan itu masuk ke otak dengan cara membiasakan para pemilik account dengan jejalan tampilan sesering mungkin. cukup sekali-dua kali, langsung bisa menarik pemilik account untuk memperhatikan dengan seksama apa yang ditawarkan oleh iklan tersebut..

Togog PeDe

Posted in gombale mukiyo on May 30, 2008 by onnosz

Sejak 24 Mei lalu, pikiran Togog benar-benar kacau balau. Harga BBM dinaikkan membuat tarif transportasi ikut naik dan harga-harga kebutuhan pokok yang lain juga ikut naik, parahnya lagi hal itu tak diikuti dengan gajinya sebagai karyawan swasta. Dalam suasana yang kalut itu, dia mencoba untuk bertahan dalam rutinitasnya.

Senin itu adalah rutinitas pertama Togog pasca kenaikan BBM. Seperti biasa, dia berangkat pukul 08.00 dari kost2an kemudian naik kendaraan umum. Dengan menahan sedikit pusing karena naiknya tarif angkutan, ia pun melanjutkan nafas normalnya. Dan rute kali ini sepertinya terasa lambat dan tak seperti biasa.

Ia pun menggerutu pada kernet.

“Macet Bang, ada aksi tolak BBM di Bundaran HI” tukas Mbilung, kernet metromini itu.

Mendengar jawaban dari kernet, sontak Togog turun dari meromini dan melanjutkan perjalanannya. Wow, tak disangka dan tak dinyana, bukannya berlari menuju kantor, ternyata malah berlari menuju pusat kerumunan massa. Tanpa tedeng aling-aling, ia pinjam Megaphone dari salah satu peserta aksi kemudian naik ke puncak tugu di tengah-tengah kolam Bunderan HI.

Dia pun berorasi.

“Hai adik-adikku semua, yang bukan adikku tidak hai.
Tahukah kalian semua bahwa cara kalian yang tidak simpatik ini telah mengganggu kenyamanan orang-orang yang ada di belakang sana terjebak kemacetan??
Tahukah kalian semua, bahwa sopir metromini pusing karena setorannya terancam tak maksimal karena terjebak macet dan itu adalah karena ulah anda??
Tahukah kalian semua, pedagang-pedagang asongan yang biasanya berjualan di sini tak berangkat kerja karena resah dengan kehadiran anda??
Tahukah anda??
Tahukah kalian semua, bahwa yang kalian lakukan dengan cara tidak simpatik ini telah merugikan sebagian rakyat yang katanya kau perjuangkan itu??.

Semuanya minggir!!!!!!!

saya ini juga pernah seperti anda. jaman dulu tahun 1998 saya adalah juga demonstran yang militan!!
skala lokal dalam kampus, saya pernah berdemo terhadap jurusanku sampe lenganku kena Gobang Pak Nur Wawan, Kajur waktu itu. tapi bekas luka sudah saya dempul rapi.
skala nasional, saya pernah berdemo terhadap pemerintah Endonesa, sampe kakiku kena peluru nyasar Bung Harta, presiden waktu itu. tapi bekas lukanya sudah saya permak mulus.
skala Internasional, saya pernah berdemo terhadap negara polisi ndonya, sampe jidatku kena ludah beracun Bil Kliwon, pemimpin waktu itu. tapi bekasnya sudah tak basuh dengan air kembang tujuh rupa.

Tahukan kalian semua akan hal itu??
makanya minggir!!!!!!
Hushhh..hushhhhh…”
Nafas Togog mulai tersengal-sengal.

Kemudian ada satu demonstran yang tanya,
“Om, sampean duwe sertifikat alumni demonstran opo ora?? kok kemenyek ngono??”.

“Hei, udel bodong!! lha sampean melu demo iki cuma golek sertifikat ta??

“Om, ojo banter2 nek ngomong. engko nek ono sing ngerti boso-ne kene iso mati aku. Aku iki cuma melu2 thok, Om. Lumayan iso refresing sediluk daripada moco buku kalkulus, Pecah Ndasku!!!”.

“Oalah, gemblung!! ya wis gawe refreshing mari ngene aku terno nak kantor ya?? kowe nggawa motor khan??

“Sipppp, Om..”

Kemudian Togog melanjutkan orasinya,
“Hai adik-adikku tercinta. Teruskan perjuangan dengan cara simpatik dan jangan mengganggu ketertiban ya?? Om, mau kerja dulu, nanti telat!!” Pamit Togog pada para demonstran diikuti dengan tepuk tangan dan cemoohan dari berbagai penjuru.

“bye bye semua..”

note : kisah ini adalah fiktif semata, apabila ada kesamaan tokoh ataupun nama, sesungguhnya tidak ada unsur kesengajaan.
mohon maaf..

Dari Kandidat Untuk Rakyat

Posted in gombale mukiyo on May 29, 2008 by onnosz

Akhir-akhir ini orang-orang lagi dipusingkan dengan naiknya harga BBM. Tapi ada segelintir orang Jawa Timur yang pusingnya bisa ternetralisir sebentar (menurut saya lho..).

Mau tahu??
tebak dulu apa??
hehehe..

Dalam beberapa waktu ke depan, para pengusaha konveksi dan sablon di Jatim yang melihat PILKADA sebagai peluang dan kemudian memanfaatkannya bisa sedikit tersenyum. Seperti biasa, moment seperti ini memang banyak jor-joran untuk urusan image display bagi para kandidat. Dan yang paling tampak wujudnya adalah kaos, spanduk, poster, bendera, baliho dsb. Terlepas dari isinya adalah black campaign, white campaign, green campaign ato warna-warni campaign, yang jelas saya yakin hal ini bisa membuat tersenyum sejenak bagi pengusaha konveksi dan sablon. Tentu saja bukan hanya itu, banyak sisi yang bisa dimainkan peluang bisnisnya, baik yang dalambahasa kata ulama’ dikatakan halal seperti contoh diatas ataupun yang haram , misalnya menjual “suara” (bukan penyanyi lho..).

Ok, mari rakyat Jawa Timur “berpesta” menyongsong pemimpin baru.
semoga terpilih pemimpin yang benar-benar seorang pemimpin sejati..